Abimanyu Excel Mulya
sudutnalar.com, 12 September 2026

PURWOKERTO, sudutnalar.com– Taman Kereta Api Purwokerto atau yang biasa dikenal dengan Taman Rasam oleh masyarakat menjadi salah satu destinasi wisata gratis di Purwokerto, Banyumas. Taman ini berlokasi di Kelurahan Kober, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas. Berada di area pinggir rel kereta api milik PT Kereta Api Indonesia (KAI), tempat wisata ini dapat dikunjungi masyarakat tanpa dipungut biaya tiket masuk. Siapa sangka, tempat yang kini asri dan ramai dikunjungi warga setiap sore tersebut dulunya merupakan lahan yang dipenuhi tumpukan sampah.
Taman Kereta Api Purwokerto mulai dirintis pada 2008. Pengelola sekaligus penggagas taman tersebut, Ahmad, yang merupakan pensiunan guru, menceritakan bahwa lokasi tersebut adalah tempat pembuangan sampah yang bau dan mengganggu masyarakat sekitar.
Setelah usulannya kepada pemerintah dan pihak KAI sempat ditolak, Ahmad akhirnya mengambil inisiatif untuk meratakan lahan sampah tersebut sedikit demi sedikit menggunakan dana pribadinya. Tujuan pembuatan taman yaitu Ahmad ingin menciptakan ruang bermain gratis untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu yang tidak bisa masuk ke tempat wisata berbayar.
“Dengan adanya taman ini, banyak efek positif yang didapat. Seperti, UMKM tumbuh, anak-anak yang bisa bermain ke taman tanpa dipungut biaya, lingkungan yang bersih,” kata Ahmad.
Daya tarik utama Taman Kereta Api terletak pada berbagai macam miniatur buatan tangan terampil Ahmad, seperti lokomotif kereta api, pesawat, kapal berlogo KAI, hingga kincir air. Pemandangan matahari terbenam pada sore hari juga menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung. Keunikan inilah yang menarik perhatian masyarakat untuk berkunjung ke taman ini. Taman ini sempat viral di Tiktok dan mengundang banyak pengunjung. Taman ini buka setiap hari, termasuk pada hari libur nasional, dari pukul 08.00 hingga 19.00 WIB

Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, taman ini menyediakan berbagai fasilitas, seperti arena permainan anak, tempat berjualan UMKM, dan tempat duduk untuk berteduh. Sementara itu, seluruh biaya operasional seperti air, listrik, dan Wi-Fi ditanggung oleh Ahmad.

(Foto: Dok. Abim)
Pensiunan guru ini menegaskan bahwa dirinya tidak mengharapkan keuntungan materi dari taman tersebut. “Uang memang butuh saya, tapi uangnya saya kendalikan, bukan uang yang mengendalikan saya,” kata Ahmad Sunarto.
Penulis – Abimanyu Excel Mulya
Editor – Moza Abhista Daniswara
