Banyumas, Sudut Nalar β Tamansari Banyumas kini menjadi salah satu destinasi wisata rekreatif dan edukatif yang dapat dikunjungi masyarakat tanpa biaya masuk dan dapat dikunjungi setiap hari selama 24 jam. Terletak di belakang Kantor Kecamatan Banyumas, kawasan ini memiliki taman hijau dan dua gazebo yang dapat dimanfaatkan pengunjung untuk bersantai maupun berkumpul bersama teman dan keluarga.

Taman dengan dua gazebo untuk bersantai (Sumber: sudutnalar.com/Titis Dwi Pamilih)
Tidak hanya itu, Tamansari Banyumas juga memiliki area bermain yang dapat digunakan oleh pengunjung. Fasilitas tersebut memberikan pilihan lain bagi masyarakat selain bersantai di area taman. Pengunjung dapat bermain di ayunan sembari menikmati udara segar.

Tempat bermain bagi pengunjung (Sumber: sudutnalar.com/Titis Dwi Pamilih)
Selain menjadi tempat rekreasi, Tamansari Banyumas juga menjadi wisata edukatif karena berada dalam satu kawasan dengan Sumur Mas Banyumas. Keberadaan Sumur Mas menjadi salah satu bagian dari sejarah lokal masyarakat Banyumas yang dapat dikenalkan kepada pengunjung. Hal tersebut membuat kawasan ini tidak hanya menawarkan tempat bersantai, tetapi juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal sejarah Banyumas.

Sumur Mas yang berada di area tamansari (Sumber: sudutnalar.com Titis Dwi Pamilih)
Dalam wawancara dengan salah satu pengunjung, Aurel menyampaikan pengalamannya selama berada di kawasan Tamansari Banyumas. βTamansari memiliki taman yang nyaman, adem, enak untuk mengerjakan tugas. Fasilitasnya baik dan bersih, membuat saya betah berlama-lama di sini. Tempat ini cocok untuk berwisata atau bahkan untuk belajar dan mengerjakan tugas,β ujarnya.
Dengan adanya fasilitas rekreasi dan keberadaan Sumur Mas yang memiliki nilai sejarah, Tamansari Banyumas menjadi salah satu wisata yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan. Kawasan ini tidak hanya menjadi tempat untuk bersantai, tetapi juga dapat digunakan sebagai tempat belajar dan mengenal sejarah lokal Banyumas.
Penulis : Titis Dwi Pamilih
Editor : Ratu Gustav Verlian
