Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Soroti Kelemahan Vonis Hukum Tragedi Kanjuruhan, Mahasiswa Brawijaya Suarakan Keadilan Korban

Posted on Oktober 2, 2026Oktober 2, 2026 by aflah amanullah

Penulis: Muhammad Husydardam Rajasanagara | Editor: Adnan Khalil Hakim | Kamis, 1 Oktober 2026 | 22.03 WIB

Penyalaan Lilin dan Poster Tuntutan: Aksi penyalaan lilin sebagai bentuk penghormatan bagi korban sekaligus protes atas lemahnya penegakan hukum Tragedi Kanjuruhan. (Foto: Dok. R)

MALANG, SUDUTNALAR – Aliansi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Malang, pendukung Aremania, dan keluarga korban kembali menggelar aksi massa untuk menuntut keadilan Tragedi Kanjuruhan. Tragedi kemanusiaan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 dan merenggut lebih dari 135 nyawa tersebut dinilai masih menyisakan kekecewaan mendalam terkait penegakan hukumnya. Gerakan ini menyoroti lemahnya vonis hukum bagi para pelaku pembunuhan serta mengkritik etika dan empati pemerintah dalam merespons penanganan tragedi tersebut.

Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Brawijaya, R (19), menilai proses peradilan terhadap pihak penyelenggara maupun oknum aparat belum mencerminkan keadilan bagi lebih dari 135 korban jiwa. 

Aksi yang dimulai pada Kamis (1/10/2026) pukul 16.00 WIB ini dipusatkan di dua titik utama, yaitu Gedung DPRD Kota Malang (Jl. Tugu No.1A, Kiduldalem, Kec. Klojen) dan Balai Kota Malang (Jl. Simpang Majapahit No.1, Kiduldalem, Kec. Klojen).

R mengatakan bahwa hukuman yang ringan dan pemberian remisi kepada pelaku menunjukkan ketidaktegasan sistem hukum dalam mengadili pelanggaran berat. ​

“Hukum masih lemah banget di sini. Pihak penyelenggara dan beberapa aparat hanya di pidana selama dua tahun, bahkan ada yang sudah bebas dan mendapatkan remisi. Dari Pihak kepolisian dan penyelenggara seakan tidak mau bertanggung jawab dan lupa akan tragedi ini,” tegas R.

Suasana aksi unjuk rasa bersama di Malang. (Foto: Dok. R)

Selain vonis hukum yang dinilai timpang, mahasiswa Ilmu Politik tersebut menyoroti proyek renovasi Stadion Kanjuruhan. 

Menurutnya, langkah renovasi tersebut merupakan bentuk ketidakmampuan pemerintah dalam menghargai perasaan massa. Kebijakan itu dinilai seolah-olah ingin menghapus jejak peristiwa dan bersikap berpura-pura tidak pernah terjadi apapun di tempat sakral tersebut.

Bagi R, aksi di lapangan yang disertai dengan kampanye di media sosial merupakan bentuk satu kesatuan untuk terus menuntut transparansi proses hukum dan menagih pertanggungjawaban para pelaku.

β€œKita masih mencoba mencari keadilan ga cuman dari aksi aja, kampanye dari sosial media pun turut kita ramaikan untuk mencari keadilan tersebut.” 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme