Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Menikmati Sensasi ‘New Zealand’ di Menggala Ranch Banyumas: Pesona Padang Rumput dan Interaksi Domba

Posted on September 15, 2026September 16, 2026 by athaya qila

sudutnalar.com, 12 September 2026

Suasana interaksi hangat wisatawan saat memberi makan domba secara langsung di padang rumput terbuka Menggala Ranch, Banyumas. (Foto: sudutnalar.com/Indah Kusuma Ningrum)

BANYUMAS, sudutnalar.com — Bagi pencinta wisata alam yang merindukan suasana peternakan terbuka layaknya di New Zealand, Menggala Ranch di Kabupaten Banyumas menjadi destinasi yang tidak boleh terlewatkan. Menawarkan hamparan hijau padang rumput di kaki bukit yang sejuk, objek wisata berbasis edukasi peternakan (farming) ini menyuguhkan pengalaman unik berinteraksi dan memberi makan domba secara langsung.

Berlokasi di kawasan Hutan, Desa Tumiyang, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, destinasi ini telah resmi beroperasi sejak 16 Juni 2022. Wisatawan dapat berkunjung setiap hari mulai pukul 08.00–16.00 WIB pada hari kerja (weekday) dan pukul 07.00–16.00 WIB dan akhir pekan (weekend).

Tarikan Wisata dan Fasilitas Tiket

Untuk menikmati keseruan di area padang rumput ini, pengunjung dikenakan tarif tiket masuk sebesar Rp25.000 per orang—harga yang telah disesuaikan sejak akhir Desember 2022 dari tarif awal Rp20.000. Tiket tersebut sudah mencakup fasilitas pakan gratis untuk ikan dan unggas. Sementara itu, bagi wisatawan yang ingin merasakan langsung sensasi memberi pakan domba di area padang rumput (sawen), pengelola menyediakan pakan khusus domba yang dapat dibeli terpisah seharga Rp5.000 per porsi.

Area gedung loket masuk Menggala Ranch dengan cat merah yang mencolok, tempat pengunjung membeli tiket dan mendapatkan pelayanan dari petugas kasir. (Foto: sudutnalar.com/Indah Kusuma Ningrum)

Dinamika Kunjungan dan Pergeseran Tren

Mengenai dinamika operasional, Pengelola Menggala Ranch, Pak Ripto Sudarmo, menceritakan perjalanan perkembangan tempat wisata ini sejak awal mula berdiri hingga saat ini.

“Dulu waktu awal-awal viral di media sosial, angka kunjungan di hari biasa (weekday) bisa mencapai 500 sampai 700 orang per hari, bahkan kalau akhir pekan (weekend) bisa tembus melampaui 1.000 pengunjung,” kenang Pak Ripto saat ditemui di lokasi wawancara, Sabtu (12/9/2026).

Seiring berjalannya waktu, Pak Ripto mengakui adanya pergeseran tren kunjungan wisatawan. “Sekarang terjadi sedikit penurunan angka kunjungan karena banyaknya tempat wisata baru yang sejenis. Selain itu, ada pergeseran minat dari kalangan anak muda yang kini lebih cenderung memilih wisata alam murni seperti air terjun atau curug. Oleh karena itu, segmen Menggala Ranch saat ini bergeser menjadi destinasi pilihan utama untuk wisata keluarga,” jelas Pak Ripto.

Panorama lanskap padang rumput berpagar kayu dengan hiasan kincir angin yang memperkuat suasana peternakan ala New Zealand. (Foto: sudutnalar.com/Indah Kusuma Ningrum)

Komitmen Pure Farming dan Kebersihan Satwa

Menghadapi perubahan tren tersebut, pihak pengelola menegaskan komitmennya untuk tidak mengubah identitas utama tempat ini.

“Kami tetap mempertahankan konsep pure farming atau peternakan murni, bukan sekadar kebun binatang mini (mini zoo). Semua hewan di sini dirawat agar dapat bereproduksi dengan baik. Sebagai bentuk inovasi, selain berencana menambah wahana baru, kami juga mengembangkan lini usaha dengan menjual hasil peternakan seperti telur, indukan ayam, hingga domba bagi pengunjung yang tertarik memelihara,” tambahnya.

Keunggulan lain dari Menggala Ranch terletak pada standar kebersihan dan pemeliharaan satwa yang sangat ketat. Pak Ripto menjelaskan bahwa perawatan hewan di tempat wisata memerlukan perlakuan ekstra dibanding peternakan biasa.

“Karena ini merupakan tempat wisata, penanganannya tentu beda. Domba-domba di sini rutin kami mandikan dua kali dalam seminggu. Petugas lapangan kami juga selalu menyapu dan membersihkan kotoran hewan di area padang rumput setiap pagi sebelum jam operasional dibuka, sehingga pengunjung bisa beraktivitas dengan nyaman dan bersih,” terang Pak Ripto secara rinci.

Kesan Pengunjung dan Catatan Evaluasi

Pengalaman berkesan ini dirasakan langsung oleh Maya Agustina, wisatawan asal Kota Banjar, Jawa Barat, yang sengaja datang jauh-jauh bersama keluarga dan pasangannya setelah melihat keindahan Menggala Ranch di media sosial TikTok.

“Lihat di video bagus, dan pas sampai ke lokasi aslinya ternyata memang sangat bagus. Pemandangan pegunungannya bikin sejuk dan seru sekali. Momen paling berkesan itu tentu saat bisa memberi makan domba secara langsung. Fasilitasnya oke dan pelayanan petugas kasirnya juga ramah,” tutur Maya.

Meski sangat menikmati kunjungannya, Maya memberikan masukan konstruktif demi kemajuan objek wisata ini ke depannya.

“Harapan saya ke depan, pengelola bisa menambah jumlah tempat sampah di sekitar area padang rumput agar pengunjung tidak kesulitan membuang sampah. Selain itu, kalau memungkinkan tarif tiketnya bisa disesuaikan lagi agar semakin terjangkau oleh masyarakat luas,” harapnya. Dengan perpaduan panorama alam perbukitan yang asri, kebersihan kawasan yang terjaga, serta edukasi interaksi satwa yang berkesan, Menggala Ranch Banyumas terbukti tetap menjadi destinasi wisata keluarga yang sangat berharga dan memikat untuk dikunjungi.

PENULIS   : INDAH KUSUMA NINGRUM

EDITOR    : FARAH CELSEA FADHILAH

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme