
Ilustrasi pengeroyokan. Sumber : okebaik.id
PEKALONGAN, SUDUTNALAR – Kakak beradik penjual sosis menjadi korban pengeroyokan saat melewati kerumunan Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) di Buaran, Kabupaten Pekalongan. Keduanya mengalami kekerasan ketika hendak meninggalkan lokasi setelah selesai berjualan.
Kakak beradik tersebut mengendarai sepeda motor untuk pulang dari lokasi karnaval. Saat melewati jalan yang dipenuhi warga, salah satu korban membunyikan klakson karena khawatir kendaraannya mengenai orang di tengah kerumunan. Suasana yang semula ramai kemudian berubah menjadi tegang.
Ketegangan tersebut berujung pada tindakan kekerasan. Salah satu korban mendapat pukulan ketika berusaha melewati kerumunan. Adiknya yang berada di belakang kemudian berusaha membantu, tetapi ia juga ikut menjadi sasaran pukulan dari sejumlah orang.
Akibat pengeroyokan tersebut, kedua korban mengalami rasa sakit pada beberapa bagian tubuh. Mereka kemudian menjalani pemeriksaan medis untuk mengetahui kondisi luka yang dialami. Kendaraan yang digunakan untuk berjualan juga sempat terganggu saat pengeroyokan berlangsung.
Setelah menjalani pemeriksaan medis, kedua korban melaporkan pengeroyokan tersebut kepada pihak berwenang. Laporan itu kemudian digunakan untuk menelusuri pihak yang diduga terlibat. Terdapat dua laporan yang berkaitan dengan pengeroyokan terhadap kedua korban.
Pada 26 September 2026, tujuh orang dari wilayah Simbang dan sekitarnya datang menyerahkan diri kepada pihak berwenang. Ketujuh orang tersebut telah berusia lebih dari 18 tahun. Mereka kemudian menjalani pemeriksaan untuk mengetahui keterlibatan dalam pengeroyokan yang terjadi saat karnaval.
Hingga laporan terakhir, ketujuh orang tersebut belum ditetapkan sebagai tersangka. Keterangan dari pihak-pihak yang terlibat dan bukti yang berkaitan dengan pengeroyokan masih diperiksa. Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
Penulis : Saniya Rahma
Editor : Sabti Ainnur Rahmah
