Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Usaha Thrifting di Purwokerto Tetap Tumbuh di Tengah Kenaikan Harga Modal

Posted on September 30, 2026September 30, 2026 by Zidan Diyaaul Haq

Sudutnalar.com, 28 September 2026

Tumpukan Pakaian Thrift (Foto : Dokumen Pribadi)

BANYUMAS, SudutNalar — Bisnis pakaian bekas impor atau thrifting skala mikro di Purwokerto terus menunjukkan potensi perputaran uang yang tinggi. Meskipun menghadapi tantangan berupa kenaikan harga modal dari distributor, pelaku usaha mampu membukukan pendapatan kotor hingga Rp10 juta per bulan.

Salah satu pelaku usaha thrifting berbasis daring di Purwokerto, Neynala, mengungkapkan bahwa bisnis yang ia rintis bersama adiknya sejak Maret 2026 mampu menjual minimal 1.000 potong pakaian per bulan. Jumlah tersebut dapat meningkat saat membuka layanan jasa titip (jastip) atau penjualan paket bergelombang (batch).

“Dalam sebulan rata-rata terjual 1.000 potong pakaian. Kalau sedang ada batch atau jastip, penjualannya bisa lebih dari itu. Untuk omzet kotor, kami biasanya mendapat kisaran Rp7 juta hingga Rp10 juta per bulan,” ujar Neynala.

Pakaian yang dijual dibanderol dengan kisaran harga yang sangat terjangkau, yaitu mulai dari Rp5.000 hingga Rp50.000 per potong, dengan rerata penjualan di angka Rp15.000 hingga Rp25.000. Harga yang ramah kantong ini menarik minat berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga sesama penjual thrift.

Puncak penjualan biasanya terjadi pada momen setelah tanggal gajian. Terkait pasokan barang, Ney mengombinasikan pembelian bal (supplier) dengan teknik perburuan barang langsung secara luring (thrift offline). Meski demikian, pengetatan kebijakan impor pakaian bekas berdampak pada kelangkaan barang dan kenaikan harga modal dari tingkat distributor.

“Memang ada kenaikan harga modal dari supplier sekitar Rp2.000 sampai Rp3.000 per potong, dan dapat barangnya juga jadi lebih sulit. Namun, untuk menjaga keberlangsungan bisnis di tengah persaingan yang makin ketat, kuncinya adalah konsisten menyediakan barang yang sesuai tren konsumen dengan harga yang tetap murah,” tutur Neynala.

Penulis : Firliana Saraswati Prasetyoningrum

Editor : Prajnya Aulia Patria Legawa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme