Dimas Saladin Firmansyah
Sudutnalar.com, 30 September 2026

BANJARNEGARA, SudutNalar- Langkah pemberdayaan pasar internasional melalui dalam rangka business matching dan perluasan ekspor Kopi Arabika Pegunungan Dieng Banjarnegara mulai memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan para petani lokal di Desa Babadan, Kecamatan Pagentan. Upaya pembukaan jangkauan pasar ke negara tujuan seperti Singapura, Malaysia, hingga Australia tersebut sekaligus mendorong stabilitas harga jual kopi olahan di tingkat produsen.
​Berdasarkan data Koperasi Produsen Kopi Sikopel Mitreka Satata pada Rabu (23/9/2026), penataan rantai ekonomi ini makin menguat setelah komoditas kopi asal Banjarnegara resmi mengantongi sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Kepemilikan sertifikat legalitas lokasi ini meningkatkan nilai tawar serta kepastian mutu kopi di pasar nasional maupun global.
​Sebelum adanya pembenahan sistem pascapanen dan kelembagaan koperasi, para petani di kawasan lereng Dieng kerap mengalami kerugian karena hanya menjual hasil panen dalam bentuk mentah atau buah segar (cherry). Pada masa panen awal, harga kopi cherry bahkan sempat anjlok di bawah harga pasaran akibat keterbatasan akses pasar.
​Melalui peralihan pola olah dari buah segar menjadi green bean dan produk kemasan siap konsumsi, margin pendapatan petani anggota koperasi kini mengalami peningkatan secara bertahap. Selain memulihkan arus kas (cashflow) usaha tani, kepastian harga beli dari koperasi juga memberikan jaminan stabilitas ekonomi bagi warga setempat.
​Keberhasilan perluasan pasar mancanegara ini diharapkan terus memperluas jangkauan pemasaran Kopi Arabika Dieng, sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda di Banjarnegara untuk memperkuat sektor agribisnis daerah yang berkelanjutan.
Penulis: Dimas Saladin Firmansyah
Editor: Devan Aryogi
