
(Robot pemilah sampah Rojali Samilah.)
Sumber: Muhammad Jundi Assabiq
BANYUMAS, SUDUT NALAR – Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Jenderal Soedirman, Muhammad Jundi Assabiq, bersama timnya mengembangkan robot pemilah sampah berbasis kecerdasan buatan (AI). Robot ini dinamai Rojali Samilah yang merupakan singkatan dari Robot Jalan Sendiri sambil Pilah Sampah. Proyek ini dibuat untuk berpartisipasi dalam Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI) 2024.
Jundi menjelaskan bahwa robot tersebut mampu mengenali jenis sampah menggunakan teknologi AI object detection, kemudian memilahnya sesuai kategori. Selain itu, Rojali Samilah juga dilengkapi sensor proximity untuk mengoptimalkan proses pendeteksian sampah.
Pembuatan robot ini dilatarbelakangi oleh tema KRTMI yang terakhir diselenggarakan, yaitu pemilahan sampah. Mengacu pada aturan lomba, robot dituntut mampu mengenali dan memilah empat jenis material: plastik, kertas, aluminium, dan dedaunan.
Rojali Samilah dirancang sepenuhnya oleh tim Yudishtira, salah satu divisi di bawah naungan Soedirman Robotic Team (SRT). Pengerjaannya dibagi dalam tiga fokus utama yang masing-masing berfokus pada mengatur rangkaian listrik, menyusun logika robot, dan merakit struktur fisik robot.
Mengingat tenggat waktunya cukup singkat, tim dituntut untuk bekerja lebih keras. “Cara kami mengatasinya adalah dengan membagi tugas secara paralel dan menyelesaikan pekerjaan berdasarkan prioritas,” ujar Jundi.
Jundi menegaskan bahwa kinerja robot ini belum dapat disamakan dengan metode pemilahan sampah di kehidupan sehari-hari, mengingat desainnya difokuskan untuk berkompetisi dengan kategori sampah yang sudah ditentukan.
Meski begitu, ia meyakini karya timnya memiliki nilai penting. Sebagai robot kompetisi, dampaknya mungkin belum dapat dirasakan pada pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA) berskala besar. “Namun, robot ini bisa menjadi prototipe penting yang membuktikan bahwa AI dan otomatisasi dapat menyelesaikan masalah lingkungan,” tuturnya.
Reporter : Handaru Arya Adhyasta Editor : Fauzan Haris Wiarso
