
Perangkat mesin EKG lengkap dengan kabel sadapan dan elektroda. (Dok. Pinterest)
BANYUMAS, SUDUTNALAR β Perkembangan teknologi kesehatan memberikan kemudahan dalam proses pemeriksaan dan diagnosis penyakit. Salah satu teknologi yang digunakan dalam dunia medis adalah elektrokardiograf (EKG), alat pemeriksaan yang berfungsi merekam aktivitas listrik jantung dan menghasilkan gambaran dalam bentuk grafik.
Mahasiswa Program Studi S-1 Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman, Mradipta Adi Karsa atau yang kerap disapa Dipta, menjelaskan bahwa EKG merupakan alat yang menghasilkan gambaran grafis aktivitas listrik otot jantung. Teknologi ini menjadi salah satu metode pemeriksaan yang sederhana dan tidak invasif karena elektroda hanya ditempelkan pada permukaan kulit untuk menangkap aktivitas listrik jantung.
βTeknologi EKG sangat membantu tenaga kesehatan dalam mengetahui kondisi kelistrikan jantung dan mendeteksi adanya kelainan yang terjadi,β ujarnya.
Teknologi EKG bekerja dengan memanfaatkan elektroda yang dipasang pada beberapa bagian tubuh sesuai dengan titik sadapan. Elektroda menangkap sinyal listrik jantung, kemudian alat mengubahnya menjadi grafik yang dapat dibaca dan dianalisis oleh tenaga kesehatan. Hasil rekaman tersebut memberikan informasi mengenai aktivitas listrik jantung dan dapat membantu mengidentifikasi kondisi yang tidak normal.
Dalam proses pemeriksaannya, pasien terlebih dahulu diminta berbaring dalam posisi terlentang. Area yang akan dipasangi elektroda dibersihkan, kemudian diberikan gel khusus untuk membantu penghantaran sinyal listrik. Setelah elektroda dan kabel dipasang sesuai dengan posisi yang tepat, alat mulai merekam aktivitas listrik jantung hingga menghasilkan grafik.

Pemasangan elektroda EKG pada bagian dada pasien untuk merekam aktivitas listrik jantung. (Dok. Pinterest)
Dipta mengungkapkan bahwa dirinya mulai mengenal dan mempelajari penggunaan alat EKG pada saat awal semester 3, tepatnya ketika praktikum di mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah 1 yang khusus membahas tentang respirasi, kardiovaskular, dan hematologi. Ia mengaku tertarik mempelajari teknologi tersebut karena dapat melihat secara langsung bagaimana aktivitas listrik jantung direkam melalui alat.
Menurut Dipta, salah satu hal yang menjadi tantangan dalam penggunaan EKG adalah ketepatan dalam memasang elektroda. Setiap elektroda harus ditempatkan sesuai dengan titik sadapan agar proses perekaman dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan data yang optimal.
Selain digunakan dalam pemeriksaan pasien, teknologi EKG juga menjadi salah satu keterampilan yang perlu dipahami oleh mahasiswa kesehatan. Pemahaman mengenai cara kerja dan penggunaan EKG dapat membantu mahasiswa mengenali aktivitas listrik jantung serta memahami kondisi yang tidak normal dalam pemeriksaan.
Perkembangan EKG menunjukkan bagaimana teknologi dapat mendukung pelayanan kesehatan, khususnya dalam pemeriksaan sistem kardiovaskular. Dengan adanya teknologi tersebut, tenaga kesehatan dapat memperoleh informasi mengenai aktivitas listrik jantung secara cepat sebagai salah satu bagian dalam proses pemeriksaan pasien.
Oleh : Alfia Firqotun Najiyah
Editor : Adelia Rahma Wati
