
KEBUMEN, SUDUTNALAR – Siswa SMK Negeri 1 Gombong, Devanda Alfitra Agustian, melakukan persiapan selama kurang lebih tiga bulan untuk mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) bidang Graphic Design Technology (GDT). Persiapan dilakukan sejak November dengan latihan desain grafis di Studio DKV yang disediakan sekolah serta latihan mandiri di rumah.
Devanda menjadi murid yang diajukan sebagai perwakilan SMK Negeri 1 Gombong dalam LKS GDT dengan didampingi Amin Sujadiono sebagai guru pembimbing. LKS dilaksanakan pada 13 Februari 2026 di SMK Negeri 1 Ambal, Kebumen.
Selama masa persiapan, Devanda berlatih mengerjakan lebih dari 15 topik dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Pada proses berlatih, Devanda mendapat bantuan dari kakak kelas yang sebelumnya pernah mengikuti LKS.
Persiapan dimulai pada November dengan mempelajari dasar-dasar desain grafis. Pada Desember dan Januari, latihan dilanjutkan dengan mengerjakan tugas berdasarkan topik yang diberikan. Latihan tersebut dilakukan untuk membiasakan diri menghadapi berbagai jenis tugas dalam desain.
Dalam satu hari, Devanda biasanya menjalani dua sesi latihan. Sesi pertama berlangsung pada pukul 08.00 hingga 11.00, kemudian dilanjutkan pukul 13.00 hingga sekitar pukul 16.00 atau 17.00. Waktu latihan yang digunakan mencapai sekitar enam hingga tujuh jam dalam sehari.
Selain latihan di Studio DKV, Devanda juga melakukan latihan secara mandiri di rumah. Materi yang dipelajari meliputi dasar-dasar desain grafis, prinsip desain, serta penerapannya dalam berbagai tugas yang diberikan selama latihan.
Dalam proses persiapan, Devanda menghadapi sejumlah kendala salah satunya ia mengalami kesulitan mencerna informasi sehingga masih melakukan kesalahan yang sebelumnya sudah ditemukan saat latihan. Ia juga beberapa kali mengalami kesulitan dalam menemukan ide dan pernah merasa pusing karena terlalu lama berada di depan komputer.
Menurut Devanda, bagian desain yang paling sulit adalah layouting atau tata letak dan pemilihan warna. Pembuatan motion graphic juga menjadi salah satu tantangan karena sebelumnya ia belum pernah menggunakan aplikasi yang diperlukan untuk membuat motion graphic.
Salah satu tahapan desain yang dilatih adalah pembuatan logo. Devanda terlebih dahulu mencari keyword atau kata kunci yang sesuai dengan tema. Setelah menentukan kata kunci, ia membuat sketsa logo berdasarkan kata kunci dan topik tersebut.
Sketsa yang telah dibuat kemudian dipindai menggunakan scanner agar dapat dipindahkan ke komputer. Setelah memasuki tahap komputer, sketsa digunakan sebagai dasar untuk membuat logo digital melalui teknik tracing. Tahap berikutnya adalah menentukan warna dan font untuk tipografi hingga desain selesai.
Aplikasi yang digunakan dalam latihan disesuaikan dengan topik yang diberikan. Beberapa aplikasi tersebut meliputi Adobe Illustrator, Adobe Photoshop, Adobe After Effects, Adobe InDesign, dan Figma.
Menjelang pelaksanaan lomba, Devanda juga mendapat nasihat dari guru pembimbing dan guru-guru DKV lainnya. Persiapan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk membanggakan nama sekolah dan mempertahankan posisi kejuaraan.
Penulis: Zahra Fatin Nafilah
Editor: Shafrifa Rahma Aulia
