Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Dampak Media Sosial terhadap Penurunan Minat Baca Siswa di SMPN 1 Kesugihan

Posted on September 29, 2026 by athaya qila

sudutnalat.com, 29 September 2026

Suasana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMPN 1 Kesugihan sebagai upaya sekolah meningkatkan fokus dan minat baca siswa di tengah maraknya penggunaan media sosial. (Foto: sudutnalar.com/Hening Irawanti)

CILACAP,  SUDUTNALAR — Minat dan daya tahan membaca teks panjang pada siswa SMP Negeri 1 Kesugihan mengalami penurunan akibat maraknya penggunaan gawai dan konsumsi konten media sosial berdurasi pendek, sebagaimana diungkapkan Guru PPKn SMPN 1 Kesugihan, Hening Irawanti, pada Senin (28/9/2026). 

Kebiasaan menyerap informasi visual yang cepat membuat sebagian besar siswa kesulitan menjaga konsentrasi saat membaca buku teks maupun mengerjakan soal cerita panjang selama Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung. 

Menurut Hening, penurunan daya tahan baca tersebut berdampak langsung pada pemahaman materi pelajaran yang membutuhkan analisis mendalam. 

“Ketika diberikan bacaan berupa kasus atau soal cerita, beberapa siswa cenderung ingin langsung mengetahui jawabannya tanpa membaca keseluruhan informasi terlebih dahulu,” ujar Hening saat dikonfirmasi. 

Dampak kebiasaan ini juga diakui oleh salah satu siswa kelas IX SMPN 1 Kesugihan, Nara Nuzulia Zahra (14), yang menghabiskan waktu 2 hingga 4 jam setiap hari untuk mengakses media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube. 

“Di media sosial informasinya lebih singkat dan disajikan dalam bentuk video. Jadi, kalau harus membaca tulisan yang panjang, rasanya lebih mudah bosan dan butuh konsentrasi ekstra,” ungkap Nara. 

Guna mengatasi permasalahan tersebut, pihak SMPN 1 Kesugihan menerapkan kebijakan ketat berupa larangan bagi siswa untuk membawa gawai ke sekolah. 

Penggunaan gawai hanya diizinkan untuk kebutuhan pembelajaran digital tertentu, seperti asesmen Pendidikan Pancasila melalui aplikasi Wayground. 

Setelah sesi pembelajaran berbasis teknologi selesai, seluruh gawai wajib dikumpulkan agar siswa kembali berfokus pada buku cetak sebagai sumber belajar utama. 

Pihak sekolah juga mengimbau para orang tua murid untuk turut mendampingi anak saat berada di rumah dengan membatasi durasi penggunaan gawai. 

Selain itu, orang tua diharapkan dapat memberikan teladan kebiasaan membaca di lingkungan keluarga guna mendukung pemulihan minat baca siswa secara berkelanjutan. 

Penulis : Indah Kusuma Ningrum
Editor : Haniyah Widiyanti

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme