sudutnalar.com, 29 September 2026

CILACAP, SUDUTNALAR — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyapa para siswa baru untuk memberikan motivasi dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 1 Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Rabu (15/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wagub berdialog langsung dengan para siswa dan mengajak mereka merancang peta jalan (road map) masa depan guna menggapai cita-cita
Satu per satu siswa diminta menceritakan impian mereka. Beragam profesi pun diutarakan, mulai dari pramugari, perawat, penerjemah bahasa Jepang, hingga dosen.
Setiap jawaban direspons Wagub dengan memberikan masukan konstruktif. Menurutnya, impian tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus disertai perencanaan yang matang dan terarah.
“Jika sudah memiliki cita-cita, peta jalannya harus dibuat. Cari tahu hal-hal yang perlu dipelajari beserta keterampilannya, lalu dipelajari bertahap satu per satu,” ujar Taj Yasin.
Suasana dialog berlangsung hangat dan diselingi canda. Gelak tawa pecah ketika seluruh siswa kompak mengacungkan tangan saat ditanya siapa yang ingin menjadi wakil gubernur.
“Lho, mengapa semuanya ingin jadi wakil gubernur?” seloroh Wagub yang disambut tawa para siswa.
Keceriaan kian bertambah ketika empat siswa yang berani menjawab pertanyaan mendapatkan apresiasi berupa sepeda. Saat mengetahui tempat tinggal para siswa tersebut hanya berjarak 2–3 kilometer dari sekolah, Wagub berpesan agar sepeda tersebut dimanfaatkan untuk sarana transportasi ke sekolah.
“Nanti ke sekolah naik sepeda, ya. Sepedanya akan saya kirim. Belum memiliki SIM, kan? Naik sepeda saja,” tuturnya.
Salah satu siswa penerima sepeda, Siti Aulia Agustin, mengaku tidak menyangka akan menerima hadiah dari orang nomor dua di Jawa Tengah tersebut.
“Saya sangat senang dan bahagia sekali, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Semoga Pak Wakil Gubernur selalu sehat dan Cilacap makin maju,” ungkap Siti.
Di balik suasana akrab tersebut, kehadiran Wagub di SMAN 1 Dayeuhluhur juga bertujuan menindaklanjuti laporan terkait kekurangan tenaga pendidik di sekolah yang berada di perbatasan wilayah tersebut.
Ia menegaskan bahwa persoalan ini akan segera dikoordinasikan dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X (Banyumas-Cilacap).
“Saya mendapat informasi bahwa jumlah guru di sini masih kurang. Masalah ini akan segera kami koordinasikan dengan Cabang Dinas Pendidikan agar kebutuhan guru di SMAN 1 Dayeuhluhur segera terpenuhi,” tegasnya.
Ia berharap pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik ini dapat meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar, sehingga para siswa dapat lebih fokus mempersiapkan masa depan dan meraih cita-cita mereka.
Penulis: Haniyah Widiyanti
Editor: Indah Kusuma Ningrum
