sudutnalar.com, 29 September 2026

Kondisi SD Negeri 5 Grendeng setalah regrouping (Dok.Bahri)
PURWOKERTO, SUDUTNALAR— SD Negeri 5 Grendeng merupakan salah satu sekolah di wilayah Purwokerto Utara yang mengalami regrouping. Dalam proses tersebut, SD Negeri 3 Grendeng menjadi salah satu sekolah tujuan bagi siswa dari SD Negeri 5 Grendeng. Untuk mengetahui latar belakang dan proses regrouping tersebut, informasi diperoleh melalui wawancara dengan Ibu Nimas, mantan guru SD Negeri 5 Grendeng yang telah bertugas sejak 2010.
Menurut Ibu Nimas, keputusan regrouping SD Negeri 5 Grendeng berasal dari Dinas Pendidikan. Prosesnya mulai dilakukan pada 2023, sedangkan surat keputusan (SK) terkait regrouping diterbitkan pada 2024.
“Keputusan dari Dinas Pendidikan. Mulai pertanggal 2023, SK terbit satu tahun setelahnya, 2024,” ujar Ibu Nimas.
Salah satu hal yang menjadi pertimbangan dalam regrouping adalah jumlah siswa. Pada masa terakhirnya, SD Negeri 5 Grendeng hanya memiliki sekitar 25 siswa. Kondisi tersebut membuat sekolah mengalami kendala dalam memenuhi rasio jumlah peserta didik. Padahal, pihak sekolah sebelumnya telah berupaya mengusulkan bantuan.
“Dari sekolah sudah berupaya mengusulkan bantuan, tapi karena rasio dari murid yang tidak memenuhi,” jelasnya.
Selain jumlah siswa, kondisi lingkungan sekitar sekolah juga turut memengaruhi jumlah peserta didik. Wilayah di sekitar SD Negeri 5 Grendeng merupakan daerah yang banyak terdapat rumah kos dan dihuni oleh pendatang. Namun, menurut Ibu Nimas, sebagian pendatang lebih memilih menyekolahkan anaknya di SD Negeri 1.
“Daerahnya kost-kostan, lebih banyak pendatang dan lebih memilih ke SD 1,” katanya.
Regrouping SD Negeri 5 Grendeng kemudian dilakukan dengan menjadikan SD Negeri 3 Grendeng sebagai salah satu sekolah tujuan. Para siswa dari SD Negeri 5 dipindahkan ke SD Negeri 3 secara bertahap, tetapi proses tersebut tetap berlangsung dalam satu tahun yang sama.
Tidak hanya siswa, terdapat pula tiga orang dari SD Negeri 5 Grendeng yang dipindahkan ke SD Negeri 3 Grendeng. Pemindahan tersebut dilakukan karena adanya kebutuhan tenaga di sekolah tujuan.
“Dari SD 5 ada tiga orang yang pindah ke SD 3 karena memang kebutuhan dari sekolahnya,” ungkap Ibu Nimas.

Tampak fasilitas SD Negeri 5 Grendeng Di salah satu ruang (Dok. Bahri)
Kondisi sarana dan prasarana juga menjadi bagian dari situasi SD Negeri 5 Grendeng sebelum regrouping. Salah satunya adalah kondisi atap sekolah yang telah mengalami kerusakan.
“Sebetulnya bagian atapnya sudah rusak,” tutur Ibu Nimas.
Setelah regrouping berlangsung, aset yang sebelumnya berada di SD Negeri 5 Grendeng dialihkan ke SD Negeri 3 Grendeng. Di lokasi SD Negeri 5 Grendeng saat ini hanya tersisa sejumlah barang yang kondisinya sudah rusak.
“Untuk aset yang terdapat di SD 5 sudah dialihkan ke SD 3. Di sana hanya barang-barang yang rusak,” jelasnya.
SD Negeri 5 Grendeng terakhir dipimpin oleh Ibu Sari, yang saat ini bertugas sebagai pengawas di Baturaden. Sementara itu, hingga saat ini belum terdapat rencana untuk membuka kembali SD Negeri 5 Grendeng.
“Untuk saat ini belum terdapat rencana untuk pembukaan kembali SD 5,” ujar Ibu Nimas.
Regrouping SD Negeri 5 Grendeng menjadi bagian dari penataan sekolah di wilayah Purwokerto Utara. Berdasarkan keterangan Ibu Nimas, wilayah tersebut memang menjadi salah satu kawasan yang mengalami regrouping di beberapa sekolah.
Penulis: Bakhrie Muhammad Noor
Penyunting: Mohammad Faizal Ramdhani
