
BANYUMAS, SUDUTNALAR—Tim mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Jenderal Soedirman merancang dan menguji instrumen weather station mandiri berbasis Internet of Things (IoT). Alat ini didesain khusus untuk mengukur kecepatan serta arah angin secara otomatis dan real-time guna mendukung keselamatan aktivitas maritim serta sektor kelautan.
Inovasi ini memanfaatkan mikrokontroler ESP32 ini terintegrasi dengan sensor wind speed (anemometer) dan wind direction. Sistem dilengkapi penyimpanan lokal pada SD Card dalam format CSV, sekaligus mengirimkan data pengukuran secara otomatis ke server basis data melalui jaringan internet setiap beberapa detik. Informasi kecepatan dan arah angin yang terekam kemudian ditampilkan secara visual pada dashboard website monitoring agar dapat diakses pengguna secara jarak jauh.

Instrumen ini dibuat secara portabel dengan struktur tiang T-Shaped Tripod Stand yang dilengkapi panel surya (20 Wp) serta baterai aki (12V, 9Ah). Penggunaan catu daya mandiri ini memungkinkan weather station beroperasi secara kontinu di lokasi pesisir atau pulau terluar tanpa bergantung pada infrastruktur listrik eksternal.
Dalam uji coba lapangan di Integrated Academic Building (IAB) Unsoed Purwokerto, alat ini berhasil merekam fluktuasi kecepatan dan dinamika arah angin secara stabil. Hasil pencatatan menunjukkan dominasi pergerakan angin yang berembus dari arah Barat Daya (SW) hingga Barat (W), selaras dengan karakteristik angin muson yang melintas di kawasan Jawa Tengah bagian selatan.
Kehadiran weather station berbasis IoT ini dapat memberikan data kondisi cuaca pesisir yang akurat, terjangkau, dan real-time. Data tersebut dinilai sangat vital untuk membantu perencanaan aktivitas nelayan, prakiraan kondisi gelombang laut, hingga pengawasan keselamatan operasional pelayaran.
Penulis : Sera Sri Wulan Pertiwi
Editor : Anisa Naila Shafa
