Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Mahasiswa UPI Rancang Alat Bantu Tunarungu-Wicara

Posted on September 29, 2026September 29, 2026 by Ardita Nadine

Sumber Foto: Nazwa Aulya

BANYUMAS, SUDUTNALAR – Prototipe Gesture Accessibility Tool dirancang untuk mengubah gerakan tangan menjadi teks dan suara, guna memudahkan penyandang tunarungu-wicara berkomunikasi dengan masyarakat umum. Alat ini dibuat oleh Nazwa Aulya, mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia sekaligus alumni Google Student Ambassador 2026 Batch 1.

Perempuan asal Purwokerto ini menjelaskan bahwa proses kerjanya diawali dari kamera yang menyala secara terus-menerus untuk memindai tangan pengguna. Program kemudian menandai titik-titik koordinat pada jari sehingga terbentuk kerangka tangan yang tampak di layar. Dari kerangka tersebut, sistem dapat mengenali posisi jari yang sedang terentang maupun tertekuk.

Pola tersebut lalu dicocokkan dengan basis data gerakan yang telah ditentukan hingga memunculkan kata seperti “halo”, “tolong”, atau “selamat pagi”. Tulisan tersebut seketika diubah menjadi luaran suara.

“Sistem ini mengeluarkan output ganda berupa teks dan audio. Dengan begitu, masyarakat yang awam bahasa isyarat bisa langsung paham, baik dengan membaca tulisan di layar maupun mendengarkan suaranya,” jelas Nazwa.

Gagasan ini berawal dari keprihatinannya terhadap sulitnya penyandang tunarungu-wicara menyampaikan hal mendasar.

“Kata sederhana seperti ‘tolong’ atau ‘maaf’ sering kali terhenti di tengah jalan. Bukan karena mereka tidak mampu, melainkan karena lawan bicaranya tidak paham bahasa isyarat,” tutur Nazwa. Menurutnya, membangun jembatan komunikasi adalah tanggung jawab bersama.

Dalam pengembangannya, Nazwa memanfaatkan bahasa pemrograman Python dan computer vision. Teknologi pengenal objek visual tersebut bertugas membaca titik koordinat tangan secara otomatis. Hal ini memudahkan Nazwa untuk berfokus merancang aturan logika, yaitu menetapkan arti dari setiap pola gestur jari.

Namun, memastikan komputer tidak salah membaca gerakan menjadi tantangan terbesar.

“Tantangannya ada pada tingkat kemiripan gestur, seperti empat dan lima jari. Minimnya pencahayaan atau sudut tangan yang miring bisa memicu eror pada pembacaan sistem,” ungkap Nazwa.

Karena itu, sebagian besar waktu pengerjaan dihabiskan untuk menyempurnakan aturan pembeda gestur. Kendala menulis kode itu terasa lebih ringan setelah Nazwa memakai Gemini Canvas.

“Ruang kodenya menyatu sehingga bisa langsung diedit dan diuji di tempat. Saya tidak perlu menjelaskan instruksi dari awal lagi. Rasanya seperti berkolaborasi dalam satu proyek, bukan sekadar tanya jawab,” terang Nazwa.

Sekalipun terbantu oleh AI, Nazwa menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan manusia. Menurutnya, AI hanyalah asisten yang memberikan saran. Karena itu, ia selalu menguji setiap variasi gerakan langsung di depan kamera.

Saat ini, alat tersebut masih berwujud prototipe yang mampu mengenali sejumlah kata dan mengubahnya menjadi teks serta suara secara langsung. Komunikasinya pun masih satu arah, dari gerakan tangan ke teks dan suara, serta belum menjadi penerjemah Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) yang utuh.

Nazwa telah menyiapkan tiga tahapan pengembangan berikutnya. Ia akan menambah perbendaharaan kata dan meningkatkan akurasi sistem agar alat tetap bekerja dengan tepat meskipun bentuk tangan, kondisi pencahayaan, maupun latar belakang berbeda. Setelah itu, alat akan dikembangkan untuk mengenali gestur yang bergerak dinamis, tidak hanya pose diam. Jika seluruh fungsi tersebut sudah stabil, ia berencana menghadirkan sistem komunikasi dua arah yang lebih komprehensif.

Bagi Nazwa, aksesibilitas tidak sekadar menciptakan teknologi yang canggih.

“Aksesibilitas berarti memastikan tidak ada orang yang harus berhenti bicara hanya karena orang lain tidak tahu cara mendengarkan,” ujarnya.

Reporter: Happy Zahra Khairunnisa

Editor: Fadel Daren Nafisa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme