
Sumber foto: Indra Syahdan Ngatik
BANYUMAS, SUDUTNALAR – Xelga Maskula Tjitha Laksana mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman berinisiasi mendigitalisasi materi kepramukaan melalui website pembelajaran interaktif. Inovasi ini hadir untuk menjawab kejenuhan anggota pramuka tingkat Penggalang dan Penegak terhadap buku panduan cetak, sekaligus menyesuaikan diri dengan kebiasaan generasi muda yang lekat dengan gawai.
“Banyak anggota pramuka menganggap materi teori seperti SKU (Syarat Kecakapan Umum), TKK (Tanda Kecakapan Khusus), dan sandi sangat membosankan jika hanya dipelajari dari buku cetak. Di sisi lain, generasi saat ini sangat lekat dengan gawai,” ujar kreator.
Gagasan ini bermula dari permintaan pembina untuk merancang platform latihan Lomba Pandu Ranking tingkat kecamatan berbasis gawai. Melihat respons anak didik yang menyukai dan mudah menggunakan platform tersebut, ia mengembangkannya menjadi portal belajar yang mencakup materi Morse, Tanda Jejak, Menaksir, hingga Tanda Pengenal, lengkap dengan sistem peringkat dan fitur pengawasan bagi pembina.
Meski berbasis digital, esensi kepramukaan lapangan tetap dipertahankan. Menu latihan dirancang menyerupai simulasi lapangan yang mendekati kondisi nyata, lengkap dengan batasan waktu dan sistem gugur untuk melatih ketangkasan serta kecepatan berpikir. Sejauh ini, platform tersebut mendapat sambutan positif dari para pelajar, sementara para pembina mulai memanfaatkannya sebagai sarana evaluasi mandiri maupun pre-test. Ke depan, inovasi ini diharapkan mampu diakses oleh lebih banyak sekolah untuk mendongkrak minat belajar peserta didik serta memperoleh pengakuan resmi hingga tingkat kabupaten atau daerah.
Penulis: Indra Syahdan Ngatik
Editor: Ardita Nadine Aulya
