sudutnalar.com – 29 September 2026
Penulis: Sabrynna Zahra Saraswati | Editor: Dwi Santika Sukmaningrum

Foto SMA Negeri 1 Banjarnegara (Sumber: Google)
BANJARNEGARA, SUDUTNALAR – Memasuki tahun terakhir jenjang SMA, para murid kelas 12 SMA Negeri 1 Banjarnegara kini disibukkan pada berbagai persiapan seleksi ujian, mulai dari TKA, SNBP, UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) hingga seleksi kedinasan. Berbagai persiapan tersebut membuat para murid perlu membagi waktu belajar dengan tugas sekolah yang tetap berjalan.
Pelaksanaan TKA untuk jenjang SMA/SMK/MA dijadwalkan pada 26 Oktober hingga 8 November 2026. Pelaksanaan TKA yang bersamaan dengan tugas sekolah dan persiapan seleksi lainnya membuat murid kelas 12 membutuhkan waktu belajar tambahan di luar jam sekolah.
Hana, salah satu murid kelas 12 SMA tersebut mengatakan ia biasanya belajar dua hingga tiga jam sehari, mulai pukul 20.00 sampai 22.00, maksimal hingga 23.00 WIB. Untuk mengatur waktu belajar, ia menggunakan skala prioritas. Tugas dengan tenggat waktu singkat ia kerjakan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan latihan soal TKA atau UTBK.
“Cara membagi waktunya saya pakai skala prioritas. Misal hari ini ada tugas sekolah dan tenggatnya besok, saya kerjakan dulu saat sore. Malamnya, baru lanjut latihan soal TKA sama UTBK. Pernah banget harus barengan, contohnya malam belajar buat ulangan harian setelah itu belajar buat tryout TKA. Jadi, harus pintar-pintar atur waktu” ujar Hana saat diwawancarai.
Pengalaman serupa juga pernah dirasakan oleh Riska, alumnus SMA Negeri 1 Banjarnegara yang kini sedang menjalani semester pertama di program studi Farmasi UNAIR.
Sejak kelas 10, ia sudah menjaga nilai akademiknya agar tetap stabil untuk persiapan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan mencicil persiapan UTBK sejak kelas 11. Pada periode ini, ia mengatakan juga perlu membagi waktu dengan persiapan TKA.
“Sejak masuk SMA, saya sudah menentukan tujuan prodi dan kampus impian. Dari situ, saya menyiapkan nilai yang baik dari semester 1 untuk seleksi SNBP. Di kelas 11 saya nyicil belajar UTBK 1-2 soal mudah per hari dengan evaluasi supaya tetap ada basic materi yang masuk,” ujar mahasiswa prodi Farmasi UNAIR tersebut.
Namun, setelah dinyatakan tidak lolos SNBP 2026, Riska kemudian meningkatkan intensitas belajar UTBK selama satu bulan. Riska mengaku sempat mengalami kelelahan ketika mempersiapkan ujian-ujian tersebut secara bersamaan hingga memilih berhenti belajar selama dua hari sebelum akhirnya belajar lagi.
“Karena ujian-ujian tersebut berjalan bersamaan, ada saat di mana saya mengalami burnout. Akhirnya, saya memutuskan berhenti belajar selama 2 hari untuk menghabiskan waktu tanpa memikirkan TKA dan UTBK sama sekali. Setelahnya, saya merasa lebih siap untuk belajar lagi,” ujar Riska.
Bagi Hana, persiapan UTBK menjadi kegiatan yang paling menyita waktu karena materi yang dipelajari cukup banyak dan yang cukup luas. Sementara menurut Riska, persiapan TKA menjadi yang paling berat baginya karena usaha belajar yang dilakukan membuat persiapan tersebut terasa menjadi beban pikiran.
