sudutnalar.com, 29 September 2026

Pamflet Pendaftaran Peserta Workshop PKM 2026 (Dok. Sudutnalar.com/Allexsa Adytia)
PURWOKERTO, SUDUTNALAR – Departemen Keilmuan Himabisi KIP-K Unsoed menggelar Workshop Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) secara daring pada Minggu (27/9/2026). Kegiatan ini membekali mahasiswa baru penerima KIP-K agar memahami skema PKM dan cara menyusun proposal.
Ketua Pelaksana, Refa Silmi, mengatakan workshop ini merupakan salah satu program kerja Departemen Keilmuan. Sasaran utamanya adalah mahasiswa baru KIP-K yang diwajibkan mengikuti PKM, tetapi belum memahaminya. “Karena mereka mahasiswa baru, otomatis mereka baru tahu ada kewajiban PKM dan belum terlalu tahu terkait PKM itu sendiri,” ujarnya.
Menurut Refa, pendaftar workshop berjumlah lebih dari 900 orang. Mayoritas mahasiswa baru angkatan 2026, disusul angkatan 2025. Panitia juga membuka kesempatan bagi mahasiswa universitas lain yang berminat, meski kegiatan ini awalnya dikhususkan bagi mahasiswa baru KIP-K Unsoed.
Workshop menghadirkan dua pembicara. Pembicara pertama adalah Dr. Alizar Isna, S.Sos., M.Si., dosen FISIP Unsoed sekaligus reviewer PKM tingkat nasional, yang memaparkan PKM secara rinci, mulai dari tahap awal pembuatan hingga kebutuhan yang harus dipenuhi. Pembicara kedua, adalah Ages Novida, mahasiswa peraih medali perunggu dalam kategori presentasi pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-37. Ia berbagi tips memilih tim, ketua, dan pembimbing, serta menekankan pentingnya ide yang baru dan memiliki urgensi.

Suasana Workshop PKM yang Digelar Secara Daring oleh Departemen Keilmuan Himabisi KIP-K Unsoed, Minggu (27/9/2026). (Dok. Panitia Workshop PKM Himabisi KIP-K Unsoed)
Acara diawali pembukaan dan sambutan dari pengelola, ketua umum, kepala departemen, dan ketua pelaksana. Setelah itu berlangsung pemaparan materi dengan sesi tanya jawab dari masing-masing pembicara, kemudian penugasan, presensi, dan penutupan. Karena waktu terbatas, tidak ada praktik penyusunan proposal, tetapi peserta hanya diperkenalkan pada strukturnya. Peserta diberi tugas menuliskan ide proposal PKM yang harus dikumpulkan paling lambat dua hari setelah acara.
Workshop ini merupakan bagian dari rangkaian PKM Course. Setelahnya, panitia akan membuka kelas intensif PKM berupa pendampingan lima minggu, mulai dari penyusunan hingga proposal siap diajukan. Kelas intensif ini baru dimulai sejak 2025, sehingga tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua.Â
“Harapannya, mereka bisa menyusun proposal PKM yang berkualitas dan tidak berhenti di tingkat fakultas, tetapi bisa sampai ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkas Refa.
Penulis: Allexsa Adytia
Editor: Asya Sahitya Firdaniza
