Penulis: Diah Verra Wati|Narasumber: Naura Citra Ariesty (@uciariesty)|Keterangan: Profil
Selasa, 22 September 2026

Naura Citra Ariesty, Duta Fakultas Hukum UNSOED 2026
(Koleksi pribadi Naura)
Purwokerto β Sudutnalar.com, Selempang Duta Fakultas Hukum UNSOED 2026 yang kini
dikenakan Naura Citra Ariesty menjadi buah dari keberanian yang sempat dibayangi
keraguan. Mahasiswa semester 3 Program Studi Hukum, Fakultas Hukum, Universitas
Jenderal Soedirman (UNSOED) itu memilih keluar dari zona nyaman dengan mengikuti
pemilihan duta, meski pada awalnya belum sepenuhnya yakin terhadap kemampuan dirinya.
Selain menjalani perkuliahan, Naura aktif dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas
Hukum, Kementerian Personalia, Direktorat Jenderal Keharmonisan Internal. Baginya,
berbagai kegiatan yang diikuti menjadi ruang untuk belajar, terutama dalam mengembangkan
kemampuan komunikasi, membangun kerja sama, dan memberikan kontribusi bagi
lingkungan sekitar.
Keinginan mengikuti pemilihan Duta Fakultas Hukum berawal dari dorongan untuk mencoba
sesuatu yang berada di luar zona nyaman. Naura ingin mendapatkan pengalaman baru, belajar
membawa nama baik fakultas, sekaligus menyampaikan informasi yang bermanfaat bagi
mahasiswa.
Proses tersebut dimulai dari pendaftaran dan seleksi administrasi hingga tahap wawancara.
Setelah melewati rangkaian seleksi, Naura akhirnya terpilih menjadi Duta Fakultas Hukum
UNSOED 2026.
Namun, pencapaian tersebut tidak diraihnya tanpa keraguan. Selama proses seleksi, Naura
sempat mempertanyakan kemampuan dirinya. Dari pengalaman tersebut, ia menyadari bahwa
seseorang tidak harus menunggu percaya diri untuk berani mencoba.
βKita tidak harus menunggu percaya diri dulu untuk mencoba sesuatu, tetapi kadang justru
dengan kita mencoba, rasa percaya diri itu tumbuh seiring berjalannya waktu,β ujar Naura.
Setelah terpilih menjadi duta, tantangan lain muncul dalam membagi waktu. Tugas
perkuliahan terkadang datang bersamaan dengan agenda organisasi dan tanggung jawab
sebagai duta. Untuk mengatasinya, Naura menentukan skala prioritas dan memanfaatkan
kalender digital untuk mencatat berbagai kegiatan yang harus diselesaikan.
Di tengah kesibukan tersebut, Naura juga pernah mengalami kegagalan dan merasa lelah
hingga mempertanyakan kembali kemampuan dirinya. Namun, ia belajar melihat kegagalan
sebagai bagian dari proses. Dukungan keluarga dan orang-orang terdekat yang terus
mengingatkannya untuk mencoba, berdoa, dan belajar turut membantunya melewati masa
tersebut.
Bagi Naura, menjadi Duta Fakultas Hukum bukan sekadar mendapatkan gelar atau
mengenakan selempang. Posisi tersebut membawa tanggung jawab untuk merepresentasikan
fakultas dengan baik serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan kampus.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah bertemu dengan orang-orang
dari berbagai latar belakang dan mendengar cerita mereka. Pengalaman tersebut membuatnya
belajar memahami berbagai perspektif. Ketika menghadapi sesuatu yang tidak sesuai
harapan, ia memilih untuk tidak berlarut-larut dalam kesalahan, tetapi mencari langkah yang
dapat dilakukan untuk memperbaiki keadaan.
Menurut Naura, kontribusi mahasiswa tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar.
Membantu teman, aktif dalam kegiatan, menyampaikan informasi yang bermanfaat, atau
menciptakan lingkungan kampus yang nyaman juga merupakan bentuk kebermanfaatan.
Selama masih menjadi mahasiswa, Naura ingin terus memperbanyak pengalaman dan
mengembangkan kemampuan. Ia berharap ketika masa tugasnya sebagai Duta Fakultas
Hukum berakhir, yang dibawa bukan hanya gelar, tetapi juga cerita tentang berbagai hal yang
telah dilakukan dan orang-orang yang pernah dibantunya.
Pesan tersebut juga ia tujukan kepada mahasiswa yang ingin mengikuti organisasi atau
kegiatan kampus, tetapi masih takut untuk memulai. Menurutnya, rasa takut merupakan hal
yang wajar dan tidak harus hilang terlebih dahulu agar seseorang berani mengambil langkah.
βJika kita salah, kita bisa belajar. Jika kita gagal, kita bisa mencoba lagi. Lebih baik punya
pengalaman karena pernah mencoba daripada punya penyesalan karena tidak pernah
memulainya sama sekali,β kata Naura.
Jika dapat berbicara kepada dirinya sendiri ketika pertama kali memasuki dunia perkuliahan,
Naura ingin mengingatkan dirinya agar tidak terlalu takut ketika belum mengetahui banyak
hal atau belum percaya diri. Ia ingin menikmati proses, berani mengambil kesempatan, dan
tidak membandingkan perjalanan dirinya dengan orang lain.
βPerjalanan, rezeki, dan timeline orang itu berbeda. Pada intinya, nanti kamu akan bertemu
banyak hal baik setelah berani mencoba,β tuturnya.
Perjalanan Naura menjadi Duta Fakultas Hukum menunjukkan bahwa keberanian tidak selalu
hadir sebelum seseorang mengambil langkah. Baginya, kepercayaan diri justru tumbuh
melalui keberanian untuk mencoba, menghadapi keraguan, dan terus menjalani proses.
Penulis β Diah Verra Wati
Editor β Muhammad Rafli Zulkarnain
