Penulis : Bela Fatma Atikah
Editor : Cintya Auliyanti
Sudutnalar.com, 22 September 2026

PURWOKERTO, SudutNalar — Kuat Prayuga, alumni Fakultas Hukum tahun 2026, aktif dalam berbagai kegiatan pendidikan, literasi, lingkungan, dan organisasi. Berbagai aktivitas tersebut mengantarkannya menjadi Duta Baca Kabupaten Banyumas sekaligus Duta Baca Provinsi Jawa Tengah.
Perjalanan Yuga dalam berorganisasi bermula dari keinginannya mencoba berbagai kegiatan. Sejak SMP hingga SMA, ia aktif mengikuti berbagai kegiatan di luar sekolah. Baginya, pengalaman tersebut memberikan banyak pelajaran yang tidak selalu diperoleh melalui pendidikan formal.
Saat pandemi COVID-19 berlangsung, ia masih duduk di bangku SMA dan memanfaatkan waktunya dengan mengikuti berbagai webinar. Dari kegiatan tersebut, ia mulai tertarik pada public speaking dan berani tampil di depan banyak orang. Pengalaman itu mendorongnya mengikuti berbagai kegiatan hingga menjadi Ajudan Milenial Bupati Banyumas saat duduk di kelas XI.
Pengalaman tersebut terus berkembang ketika Yuga memasuki perguruan tinggi. Ia aktif dalam berbagai kegiatan dari tingkat desa hingga nasional. Selain itu, Yuga juga terlibat dalam gerakan lingkungan melalui Green Leadership Indonesia dan Green Youth Movement.
Di tengah berbagai aktivitas tersebut, Yuga menemukan ketertarikannya pada dunia literasi. Kecintaannya terhadap membaca bermula dari sebuah novel berjudul Rindu karya Tere Liye yang dipinjamnya dari seseorang. Sebelum orang tersebut meninggal, Yuga mendapat pesan agar buku yang dipinjamnya itu dibaca hingga tuntas.
“Dari situlah saya kemudian mulai aktif membaca. Mungkin turning point saya suka baca ya di situ,” katanya.
Kebiasaan membaca kemudian berkembang menjadi aktivitas untuk mengajak orang lain mengenal literasi. Yuga mulai aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan edukasi di masyarakat. Ia kemudian mengikuti seleksi Duta Baca Kabupaten Banyumas dan berhasil meraih juara pertama.
Prestasi tersebut membawanya mewakili Banyumas dalam seleksi Duta Baca Provinsi Jawa Tengah. Setelah melalui seleksi yang diikuti oleh perwakilan dari 35 kabupaten dan kota, Yuga berhasil masuk tiga besar dan kemudian meraih juara pertama.
Dalam menjalankan berbagai peran, Yuga menyebut menjaga komitmen sebagai tantangan terbesarnya. Banyaknya aktivitas membuat motivasinya terkadang tidak stabil. Ia juga pernah menghadapi situasi sulit ketika rekan organisasi meninggalkan tanggung jawabnya. Namun, kepercayaan yang diberikan kepadanya menjadi alasan Yuga untuk tetap melanjutkan.
Ke depan, Yuga ingin membangun ruang atau komunitas literasi di Kabupaten Banyumas. Ia ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya anak muda, untuk terlibat langsung dalam kegiatan literasi.
Menurutnya, kontribusi tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Hal sederhana yang dilakukan dengan semangat dan konsistensi tetap dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
“Jangan pernah takut, jangan pernah segan, jangan pernah sungkan. Kita sebenarnya hanya perlu memulai untuk bisa memberikan langkah kecil di lingkungan sekitar,” ujar Yuga.
