Penulis: Nasywa Putri Cahyarani | Narasumber: Elvika Diandra Faturahma Putri | Keterangan: Profil | Sabtu, 19 September 2026 | 17.29 WIB

Elvika saat tampil dalam Grand Final Duta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya 2026. (Dok. pribadi Elvika Diandra)
Purwokerto – sudutnalar.com, Menjadi pribadi yang aktif dan percaya diri berbicara di depan umum bukanlah gambaran diri Elvika Diandra Faturahma Putri beberapa tahun lalu. Ia mengaku pernah menjadi pribadi yang sangat introvert dan sempat mengalami perundungan. Kini, Elvika aktif dalam berbagai kegiatan kampus dan terpilih menjadi Duta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya 2026.
Bagi Elvika, lingkungan dan mentor yang ditemuinya selama perkuliahan menjadi faktor yang mendorongnya untuk terus berkembang. Ia memandang masa kuliah sebagai kesempatan untuk meraih prestasi, membangun relasi, sekaligus mengembangkan keterampilan.
βHal awal karena aku ketemu lingkungan dan mentor yang menurutku punya potensi untuk aku berkembang,β ujar Elvika.
Pengalaman berorganisasi saat SMA turut mendorong Elvika untuk tetap aktif ketika memasuki dunia perkuliahan. Ia kemudian mengikuti berbagai kegiatan internal dan eksternal universitas, seperti volunteer, kegiatan duta, dan perlombaan.
Saat ini, Elvika terlibat dalam sejumlah kegiatan kampus. Sebagai Duta FEB UB 2026, Elvika mengikuti rangkaian Open House Raja Brawijaya 2026. Ia juga dipercaya menjadi Project Officer CIES Goes to School (CGTS) 2026 serta Vice Coordinator Event Sharia Business Plan Competition pada 12th Seventseas Brawijaya. Di tengah kesibukannya menjalani berbagai kegiatan, Elvika meraih Juara 1 Sharia Business Plan Competition dalam Temu Ilmiah Regional FoSSEI Jawa Timur 2026.
Dalam menjalani berbagai kegiatan tersebut, Elvika juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya berkaitan dengan kondisi material. Ia mengaku tidak berasal dari keluarga yang memiliki privilege, sehingga perlu berusaha lebih untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkannya.
Elvika beberapa kali menghadapi kegagalan dalam proses yang dijalaninya. Ketika mengalaminya, ia memilih mengingat kembali niat awal dan menyusun rencana lain untuk mencapai hal yang diinginkan.
βAku salah satu orang yang percaya bahwa hidup itu selalu punya cara buat kasih kamu kesempatan baru, bahkan ketika kamu ngerasa nggak layak sekalipun,β tuturnya.
Perubahan yang paling dirasakan Elvika adalah keberaniannya untuk berbicara di depan umum. Dari yang sebelumnya sangat introvert, kini ia justru menyukai kegiatan yang berkaitan dengan public speaking. Pengalaman tersebut membuat Elvika menyadari bahwa keraguan dari orang lain tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti berkembang.
Di tengah berbagai kegiatan, Elvika berusaha menyeimbangkan aktivitasnya dengan perkuliahan. Ia selalu membawa buku kecil untuk mencatat tenggat tugas akademik dan berbagai kegiatan. Dalam menentukan prioritas, ia tetap mengutamakan akademik.
Elvika juga memegang prinsip untuk menyelesaikan setiap hal yang telah ia mulai dengan sebaik mungkin. Integritas dan growth mindset menjadi nilai yang ia terapkan dalam proses belajar maupun berorganisasi.
Bagi Elvika, pencapaian tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir. Baginya, proses menjadi bagian penting untuk belajar bertanggung jawab, menghadapi kegagalan, dan terus berkembang.
Perjalanan Elvika menunjukkan bagaimana seseorang dapat berkembang ketika berani keluar dari zona nyaman dan mencoba berbagai kesempatan. Kepada mahasiswa yang masih ragu untuk memulai, ia berpesan agar tidak merasa rendah diri dan tidak takut mencoba.
βJangan pernah merasa dirimu nggak berharga dan jangan pernah ragu untuk memulai. Kesempatan datang hanya bagi orang yang siap, bukan tentang siapa yang bantu kamu tetapi seberapa berani dan kuat usahamu buat mencapai itu. Pelan boleh, asal sampai ke tujuan,β pesan Elvika.
Penulis β Nasywa Putri Cahyarani
Editor β Feliska Lena Distiansyah
