
PURBALINGGA, SudutNalar – Membangun sebuah usaha tidak selalu dimulai dengan modal besar dan kondisi yang serba siap. Bagi Nova Satrio Utama, S.Kom., pemilik CV Wahana Sukses Bersama (WSB), perjalanan membangun usaha justru berawal dari keputusan berani meninggalkan pekerjaan tetap dan menghadapi ketidakpastian demi mewujudkan usaha di bidang teknologi informasi.
Sebelum mendirikan WSB, Nova pernah bekerja di sebuah perusahaan multinasional di Jakarta. Meskipun memperoleh gaji yang cukup tinggi, kondisi lingkungan tempat tinggal yang kurang memadai dan pola hidup di Jakarta membuatnya kerap mengalami masalah kesehatan. Di tengah kondisi tersebut, istrinya yang sedang hamil meminta dirinya untuk pulang ke Purbalingga.
“Saya sendirian di sana karena harus menyelesaikan kontrak. Selesai malah belum genap satu tahun, delapan bulan saya pulang, nunggu istri lahiran sekalian,” tutur Nova.
Setelah kembali ke Purbalingga, Nova melanjutkan kariernya di Rumah Sakit Siaga Medika sebagai tenaga IT sekaligus asisten direktur. Lingkungan pekerjaan tersebut mempertemukannya dengan sejumlah rekan kerja yang memiliki latar belakang pendidikan serupa di bidang IT. Dari pertemuan itu, muncul keinginan bersama untuk membuat wadah usaha yang dapat menampung ilmu dan kemampuan mereka.
Keinginan tersebut diwujudkan dengan mendirikan CV Wahana Sukses Bersama pada 1 November 2017. Nama Wahana Sukses Bersama yang diusulkan oleh rekannya, Abdul Rohman, mengandung makna sebagai wadah untuk meraih kesuksesan secara bersama-sama.
Pada masa awal berdiri, WSB belum memiliki penghasilan tetap. Berbekal kemampuan teknis di bidang IT, Nova bersama tim mulai mempromosikan jasa mereka. Salah satu proyek awal yang dipercayakan kepada WSB adalah pembuatan aplikasi pendukung penginputan data EMIS di MTs Muhammadiyah Purbalingga.
Namun, perjalanan membangun usaha tersebut tidak selalu berjalan mulus. Seiring berjalannya waktu, perbedaan pendapat dan ego masing-masing anggota tim mulai bermunculan. Kondisi ini membuat pengembangan usaha berjalan di tempat karena WSB masih dianggap sebagai pekerjaan sampingan.
“Ketika kita berjuang membuat WSB itu kan sebenarnya harus totalitas. Kalau kita statusnya masih sampingan ya nggak bakal maju,” ujar Nova.
Menyadari hal tersebut, Nova mengambil keputusan besar untuk keluar dari RS Siaga Medika dan fokus penuh membesarkan WSB, meskipun kedua rekan pendiri lainnya tidak mengambil langkah serupa. Keputusan itu bukan perkara mudah karena saat itu Nova sudah memiliki tanggung jawab menafkahi keluarga.
Tantangan terbesar yang dihadapi Nova adalah ketidakpastian pendapatan. Berbeda dengan pekerja kantoran yang menerima gaji pasti setiap bulan, menjadi pengusaha membuatnya harus siap menghadapi situasi tanpa kepastian pemasukan harian.
“Intinya kalau kita berwirausaha kan kita nggak tahu besok mau dapat uang apa nggak. Kalau kita kerja kan sudah jelas setiap bulan dapat,” katanya.
Kondisi tersebut tidak membuat Nova mundur. Dorongan untuk bertahan hidup justru menjadi motivasi kuat baginya untuk terus mencari pelanggan, memperluas relasi, melakukan pemasaran, dan menciptakan program perangkat lunak yang dibutuhkan pasar.
Perlahan tapi pasti, keberanian Nova membuahkan hasil. WSB mulai mendapatkan kepercayaan dari berbagai klien besar, seperti pengerjaan program untuk Toko Emas Matahari hingga kerja sama dengan HM Sampoerna Purwokerto dalam pembuatan program kasir di Bali Masikib. Seiring meluasnya jaringan relasi, WSB berhasil mengembangkan berbagai produk perangkat lunak, mulai dari program kasir, aplikasi EMIS, sistem PPDB, program toko emas, sistem teknik, hingga perangkat lunak untuk klinik dan poliklinik.
Tidak hanya berfokus pada bisnis, WSB juga memberikan ruang pembelajaran bagi generasi muda melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL). Sejak berdiri pada tahun 2017, WSB konsisten menerima siswa PKL, termasuk siswa dari SMK Negeri 1 Karangjambu. Bahkan, salah satu siswa PKL generasi awal tersebut kini telah menjadi bagian dari karyawan tetap di WSB.
Bagi Nova, keberadaan siswa PKL maupun karyawan bukan sekadar membantu operasional perusahaan. Ia memiliki harapan besar agar setiap orang yang belajar dan bekerja di WSB dapat mencapai kesuksesan mereka masing-masing.
“Harapannya, tentunya semua orang kepengin siapa yang ngikut dengan kita, dia bisa sukses. Ketika ilmu kita bermanfaat untuk orang lain, berarti kita adalah sebaik-baik manusia,” ungkapnya.
Dalam memimpin perusahaan, Nova menekankan satu prinsip utama, yaitu kejujuran. Bagi Nova, kejujuran adalah hal mutlak yang tidak dapat ditoleransi.
“Kalau prinsip saya punya prinsip: harus jujur. Itu jujur nomor satu. Ketika ada tim atau karyawan yang berbohong, langsung saya cut off,” tegasnya.
Selain kejujuran, Nova memandang sosok pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberikan teladan dan bimbingan. Ketika anggota tim mengalami kendala—seperti kesulitan saat melakukan pendekatan kepada konsumen—seorang pemimpin harus turun tangan memberikan panduan mengenai sopan santun, etika, dan prosedur yang benar.
Di tengah kesibukannya mengelola usaha, Nova tetap menjaga keseimbangan waktu bersama keluarga. Meskipun memiliki kebebasan fleksibilitas waktu sebagai pemilik usaha, ia menyadari bahwa keberhasilan usaha membutuhkan konsistensi. Di sela-sela kesibukannya, ia rutin meluangkan waktu sepekan sekali untuk mengajak keluarga berlibur dan menyegarkan pikiran.
Perjalanan panjang membangun WSB juga memberikan banyak pelajaran hidup bagi Nova, terutama dalam memahami beragam karakter manusia. Pengalaman berinteraksi dengan berbagai klien mengajarinya bahwa latar belakang ekonomi tidak selalu mencerminkan mentalitas seseorang.
“Pelajaran berharga di sini adalah saya memahami banyak karakter orang. Ada orang yang ekonominya di bawah tapi mentalnya kaya, dan ada pengusaha kaya tapi mentalnya miskin—misalnya ingin didukung sistem usaha tapi tidak mau menghargai karya orang lain dengan layak,” jelasnya.
Ke depan, Nova memiliki target untuk mencapai kebebasan finansial melalui pengembangan aset-aset produktif, seperti membangun toko, memiliki tanah, dan usaha indekos. Keberhasilan yang dicapainya diharapkan terus membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Kepada generasi muda yang baru akan memasuki dunia kerja, Nova berpesan agar melengkapi diri dengan kemampuan dasar (skill) yang kuat sesuai bidang masing-masing. Lebih dari sekadar kemampuan teknis, keberanian untuk mencoba menjadi kunci utama dalam membuka jalan hidup.
“Pesan saya, dalam kehidupan apa pun yang dihadapi sebenarnya kuncinya satu: jangan takut untuk mencoba hal-hal yang positif. Kalau kita sudah mulai takut dan tidak percaya diri, kita tidak akan pernah bisa. Tapi kalau berani mencoba, insyaallah pasti bisa,” pungkas Nova.
Penulis: Devan Aryogi
Editor: Dimas Saladin Firmansyah
