Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Tri Haryadi dan Perjalanannya Mengabdi di Dunia Pendidikan

Posted on September 23, 2026 by aflah amanullah

Penulis: Naila Putri Ramadani | Narasumber: Tri Haryadi | Keterangan: Profil | Sabtu, 19 September 2026 

(Dok. Pribadi Tri Haryadi)

Kebumen β€” Sudutnalar.com, Peran sebagai guru pamong bagi mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) merupakan salah satu pengalaman berkesan bagi Tri Haryadi. Selama menjalankan peran tersebut pada 2021 hingga 2023, ia tidak hanya mendampingi mahasiswa dalam memahami proses pembelajaran, tetapi juga terus belajar bersama mereka. Peran itu kemudian harus ia tinggalkan karena kondisi kesehatan. Meski demikian, Tri tetap memilih menjalankan profesinya sebagai guru bahasa Inggris di SMKS Ma’arif 9 Kebumen.

Tri telah mengabdikan dirinya di dunia pendidikan sejak 2009. Sebelum dipercaya menjadi guru pamong, ia terlebih dahulu mengikuti PPG hingga kinerjanya dikenal baik oleh dosen pendamping. Ia kemudian mendapat kesempatan mengikuti pendidikan  dan pelatihan (diklat) guru pamong hingga memperoleh nomor induk penguji. Dari sekitar 40 peserta PPG, hanya tiga orang yang terpilih menjadi guru pamong.

Kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang membanggakan bagi Tri. Ia tidak menyangka dapat dipercaya untuk mendampingi mahasiswa PPG. Sebagai guru pamong, ia bertugas memberikan contoh perangkat pembelajaran, mendampingi mahasiswa, serta berkolaborasi dengan dosen pendamping. 

Bagi Tri, guru pamong bukan sekadar orang yang mendampingi mahasiswa menyelesaikan program PPG. Guru pamong juga menjadi contoh bagi mahasiswa dalam melihat proses pembelajaran di dunia nyata. 

β€œGuru pamong berperan sebagai teladan bagi mahasiswa dalam mengikuti seluruh proses PPG. Tentunya, guru pamong akan memberikan banyak hal dari pembelajaran dalam dunia nyata,” jelas Tri. 

Dalam menjalankan tugasnya, Tri berusaha menyesuaikan pendampingan dengan kemampuan mahasiswa. Baginya, mahasiswa PPG perlu menemukan karakter mengajarnya sendiri, bukan sekadar meniru gaya guru pamong atau dosen.

Pengalaman tersebut juga membuat Tri semakin memahami bahwa menjadi guru berarti harus terus belajar. Perubahan kurikulum membuat pendidik perlu memperbarui pengetahuan agar selaras dengan perkembangan dunia pendidikan.

β€œSecara prinsip, manusia itu belajar setiap saat untuk memperbarui pengetahuan,” ungkapnya.

Prinsip untuk terus belajar menjadi landasan Tri dalam memandang profesinya. Ia meyakini bahwa seorang guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga membimbing, mendampingi, dan berbagi ilmu kepada murid.

β€œGuru itu membimbing, mendampingi, serta membagikan ilmu yang dimiliki kepada murid,” ujarnya.

Namun, perjalanan Tri sebagai guru pamong tidak berlangsung selamanya. Kondisi kesehatan membuatnya harus berhenti menjalankan tugas tersebut setelah mengidap gagal ginjal. Peran sebagai guru pamong pun harus ia tinggalkan. Meski harus melepaskan peran itu, ia tidak meninggalkan dunia pendidikan. Hingga kini, Tri tetap mengajar sebagai guru bahasa Inggris di SMKS Ma’arif 9 Kebumen.

Bagi Tri, pengalaman menjadi guru pamong memberikan nilai berharga dalam perjalanan kariernya. Ia memperoleh kesempatan untuk berbagi pengalaman dengan mahasiswa sekaligus mendapatkan pengetahuan baru dari proses pendampingan tersebut. Hal ini kian menguatkan keyakinannya bahwa pendidik wajib belajar sepanjang menjalankan profesinya.

Kepada mahasiswa PPG dan calon guru, Tri berpesan agar profesi sebagai pendidik tidak dipandang sekadar sebagai pekerjaan. Seorang guru harus siap memahami, menjalani, dan terus memperbarui pengetahuan yang disampaikan.

β€œJika sudah memilih profesi ini, kita harus siap memahami, menjalani, dan terus mempelajari materi yang akan disampaikan kepada murid. Jika tidak seperti itu, kita akan tertinggal,” tegas Tri.

Kisah Tri Haryadi memperlihatkan bahwa  menjadi pendidik bukan hanya tentang menyampaikan ilmu, melainkan juga kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi. Meskipun kondisi kesehatan memaksanya mengakhiri peran sebagai guru pamong, semangatnya untuk tetap mengajar dan membimbing murid menjadi bukti nyata dari pengabdian mulianya di dunia pendidikan. 

Penulis: Naila Putri Ramadani

Editor: Farah Nasywa Nurrahma

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme