Penulis: Nisa Nigella Sativa | Narasumber: Rifqiyah Amani | Minggu, 20 September 2026 | 19.39 WIB

Rifqiyah Amani Manajer Klinik Kamandaka. (Foto: Dok. Koleksi)
Banyumas – Sudutnalar.com, Krisis ekonomi yang menerpa saat kuliah, tak membuat Rifqiyah patah semangat. Lulusan Ilmu Komunikasi ini justru sukses menjadi manajer klinik kesehatan dan membawahi para dokter.
Meski tidak berlatar belakang pendidikan medis, ilmu komunikasi yang dipelajari Rifqiyah semasa kuliah, ternyata sangat berguna di dunia kerja. Terutama dalam mengatur manajemen, memimpin tim, sampai mendekatkan diri kepada masyarakat sekitar.
“Ternyata ilmu komunikasi itu kepake banget di dunia kerja. Ilmu ini penting untuk memahami orang di sekitar kita, cara menghadapi atasan, sampai merangkul bawahan,” ujar Rifqiyah.
Tantangan tersulit yang ia rasakan adalah saat ia harus memimpin para dokter yang secara struktural berada di bawah tanggung jawabnya. Selain mengurus klinik, Rifqiyah juga rajin merangkul warga sekitar melalui kegiatan senam lansia dan bagi-bagi sembako.
Perjalanan karirnya bermula dari masa-masa sulit saat semester lima. Perceraian orang tuanya membuat tidak ada lagi yang membiayai Rifqiyah, sehingga ia terpaksa mencari kerja dan kemudian diterima menjadi admin ojek online lokal bernama Nujek Banyumas. Dari situlah ia mulai belajar cara berkomunikasi dan problem solving.
Ketika bisnis ojek mulai sepi karena kalah saing, pemilik perusahaan tersebut beralih membuka usaha klinik kesehatan. Rifqiyah pun dipercaya untuk mengurus perizinan klinik dari nol hingga akhirnya menduduki posisi manajer. Seluruh ilmu manajemen klinik ia pelajari mandiri, mulai dari bertanya ke dokter hingga mencari di internet.
Pengalaman pahit manis kehidupan ini membuat Rifqiyah makin dewasa dan realistis. “Kejar cita-cita setinggi mungkin, tapi tetap lihat realita. Jangan gengsi dan jangan egois,” pesan Rifqiyah.
Penulis: Nisa Nigella Sativa
Editor: Levina Naurah Syifa
