Penulis: Revaliana Arianti | Narasumber: Pujianto | Keterangan: Profil | Jumat, 18 September 2026 | 11.30 WIB

Pujianto Founder CV Ngapak Preneur (Dok. Pribadi: Pujianto)
PURWOKERTO, Sudutnalar.com — Pujianto, yang akrab disapa Puji Ngapak, merupakan Founder Ngapak Preneur yang saat ini telah menekuni dunia usaha selama 15 tahun. Perjalanannya dimulai pada 2011 saat ia mengikuti Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) dan memperoleh pendanaan Rp10 juta.
Modal tersebut menjadi langkah awal Puji merintis usaha kaos dari kamar kos dengan bekerja sama dengan vendor. Dari ruang sederhana itu, ia mulai merintis usaha kaos ngapak dengan membawa visi yang telah ia genggam sejak awal.
“Sejak 2011 saya sudah mempunyai visi bahwa Ngapak itu orientasinya adalah pusat oleh-oleh,” ujar Puji, Jumat (18/9/2026).
Dalam proses usahanya, networking menjadi salah satu bagian penting. Keterlibatan Puji sebagai Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Mikro, Kecil, dan Menengah Banyumas (Aspikmas) mempertemukannya dengan para pelaku UMKM dari Banyumas hingga kabupaten sekitar.
“Kapan visi bisnis kita terwujud, itu urusan Tuhan. Selama kita ikhtiar, pasti akan dipertemukan dengan jalan dan kesempatan,” katanya .
Kini, usaha kaos yang dirintis dari kamar kos telah berkembang menjadi pusat oleh-oleh khas Ngapak di Purwokerto. Melalui positioning #tandasudahkePurwokerto, Puji berharap usahanya menjadi tujuan belanja sekaligus ruang bagi produk UMKM lokal untuk dikenal lebih luas.

Kondisi Kamar Kos Pujianto 2011 dan Outlet Pusat Oleh-oleh Khas Ngapak Purwokerto 2026
(Dok. Pribadi: Pujianto)
Di tengah kesibukannya mengembangkan usaha, Puji juga aktif menjadi pembicara dalam berbagai kegiatan. Menurutnya, berbagi pengalaman merupakan cara untuk memberikan pengetahuan berdasarkan apa yang benar-benar telah dicapai.
Puji juga mendorong generasi muda untuk mulai menentukan pilihan baik mengenal dunia usaha sejak dini atau peluang kerja lainnya. Ia memandang perniagaan sebagai salah satu jalan untuk membuka peluang ekonomi yang lebih luas.
“Sembilan dari sepuluh pintu rezeki ada di perniagaan. Kalau ingin mendapatkan peluang yang lebih besar, salah satu jalannya adalah memilih bisnis.” tutur Puji.
Baginya, perjalanan dalam dunia usaha bukan hanya tentang hasil, tetapi juga keberanian untuk mencoba, menghadapi risiko, dan belajar dari kegagalan. Ia percaya bahwa mental pengusaha perlu terus dilatih agar mampu bertahan dan berkembang dalam berbagai keadaan.
Dalam menghadapi jatuh bangun usahanya, Puji memilih untuk tetap bersyukur. Ia mengatakan sebuah prinsip yaitu ‘bersyukur tanpa syarat’ yang senantiasa menuntun setiap proses dalam kehidupannya.
“Bersyukurlah apa pun kondisinya. Saya menyebutnya bersyukur tanpa syarat. Saat sedang senang, kita bersyukur. Sedang tidak senang pun, kita harus tetap bersyukur.” ucapnya.
Penulis — Revaliana Arianti
Editor — Zalfa Nur Afiifah
