Penulis: Zalfa Nur Afiifah | Narasumber: Bambang Triyono | Keterangan: Profil | Senin, 21 September 2026 | 19.00 WIB

Bambang Triyono, pemilik CV Rayung Pelangi (Dok. Pribadi: Zalfa Nur Afiifah)
PURBALINGGA, sudutnalar.com — Perjalanan usaha Bambang Triyono tidak selalu berjalan mulus. Pemilik CV Rayung Pelangi di Purbalingga itu pernah mengalami masa kolaps hingga kesulitan memberikan yang terbaik bagi para pekerjanya. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya berhenti. Bambang memilih bangkit dan kembali mengembangkan usahanya hingga dapat memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitarnya.
Bambang mengatakan rasa takut merupakan hal yang wajar dalam menjalankan usaha. Menurutnya, ketakutan perlu dihadapi dengan ketelatenan, keuletan, dan keyakinan karena bisnis tidak selalu berjalan mulus.
“Rasa takut itu saya hadapi dengan ketelatenan, keuletan, dan keyakinan, karena bisnis memang tidak selalu berjalan mulus,” ujar Bambang.
Masa paling sulit baginya terjadi ketika usaha mengalami kolaps dan vakum. Saat itu, Bambang merasa belum mampu memberikan yang terbaik bagi para pekerjanya. Dukungan keluarga dan orang-orang terdekat membantunya melewati masa tersebut.
“Pengalaman saat mengalami kolaps dan vakum menjadi pelajaran yang sangat berharga. Di situlah saya harus bangkit dan membangun usaha dengan lebih baik dari sebelumnya,” katanya.
Setelah kembali bangkit, Bambang tidak hanya berfokus pada perkembangan usahanya. Ia juga memberikan kesempatan kepada masyarakat sekitar, termasuk tetangga, saudara, dan teman yang belum memiliki pekerjaan, untuk belajar membuat sapu.
“Saya sangat bangga dan senang karena bisa berbagi dengan masyarakat sekitar,” tuturnya.
Bagi Bambang, keberhasilan usaha tidak hanya dilihat dari keuntungan yang diperoleh. Kesuksesan memiliki arti ketika usaha yang dijalankan dapat memberikan manfaat dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.
“Bagi saya, kesuksesan adalah ketika saya bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi mereka yang membutuhkan dan saling berbagi rezeki,” ujar Bambang.
Di tengah perjalanan mengembangkan usahanya, Bambang juga memiliki pesan bagi anak muda yang ingin memulai bisnis tetapi terkendala modal. Menurutnya, usaha tidak harus diawali dengan modal besar. Keterampilan dan kemauan dapat menjadi langkah awal untuk memulai.
“Bisnis memang tidak harus dimulai dari modal besar, tetapi mulailah dari yang terkecil,” katanya.
Bambang juga menekankan pentingnya menjaga kualitas dan kejujuran dalam menjalankan usaha. Menurutnya, kepercayaan dari orang lain merupakan hal yang harus dijaga agar usaha dapat terus berjalan.
“Apa pun pekerjaannya dan apa pun produknya, tetap jaga kualitas dengan baik. Kejujuran adalah yang utama,” ujarnya.
Pengalaman Bambang melewati masa kolaps hingga kembali mengembangkan usahanya menunjukkan bahwa perjalanan membangun bisnis tidak selalu mudah. Baginya, keberhasilan bukan hanya tentang mampu bertahan, tetapi juga tentang bagaimana usaha yang dijalankan dapat memberikan manfaat bagi orang lain melalui kesempatan kerja dan berbagi rezeki.
Penulis : Zalfa Nur Afiifah
Editor : Revaliana Arianti
