sudutnalar.com, 22 September 2026
PURWOKERTO, SUDUTNALAR — Di tengah padatnya rutinitas akademisi perguruan tinggi, Dr. Uki Hares Yulianti, S.Pd., M.Pd. tetap menjalankan tugasnya dengan penuh semangat. Mengawali perbincangan dengan kabar sehat, Dr. Uki membagikan gambaran kesibukan utamanya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Saat ini kesibukan utama saya fokus menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Di semester ganjil ini jadwalnya cukup padat karena mengajar lebih dari 30 kelas, disamping itu saya tetap melakukan penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Dr. Uki.
Tergerak oleh Ketulusan Anak Berkebutuhan Khusus
Keterlibatan Dr. Uki dalam dunia pendampingan literasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) berawal dari ketidaksengajaan pada masa pandemi COVID-19 saat membantu rekan sesama dosen. Namun, pengalamannya terjun langsung ke lapangan membuka matanya akan kebutuhan riil anak-anak tersebut.
“Awalnya saat pandemi, saya membantu rekan dosen, tetapi setelah turun ke lapangan saya melihat anak-anak berkebutuhan khusus ini sangat membutuhkan pendampingan di bidang bahasa dan pendidikan. Seiring berjalannya waktu timbul rasa nyaman karena anak-anak ABK itu sangat tulus dan jujur,” ungkapnya.
Selama mendampingi para siswa di SLB B Yakut Purwokerto, berbagai kenangan berkesan terukir indah. Salah satunya terjadi saat beliau mengajak para siswa belajar menulis di luar kelas. Tanpa disadari, seorang orang tua murid mendoakan kebaikan Dr. Uki secara langsung kepada suaminya.
Tak hanya itu, ketulusan siswa juga hadir dalam bentuk yang sangat polos. “Ada salah satu anak yang memberikan kenang-kenangan berupa gulungan kertas. Ketika saya buka, isinya uang jajan dia yang digulung dengan sebuah penghapus. Itu bentuk terima kasih dan kasih sayang yang sangat menyentuh hati,” kenang beliau.
Recharge Energi dan Prinsip Hidup
Sebagai seorang ekstrover, Dr. Uki memiliki cara tersendiri untuk menyegarkan pikiran di tengah padatnya aktivitas. Beliau biasa menyempatkan waktu untuk jalan-jalan ke luar rumah menikmati pemandangan alam, berbelanja, atau sekadar beristirahat di rumah.
Dalam menjalani karier dan kehidupannya, Dr. Uki memegang teguh satu prinsip utama. “Prinsip saya selalu melibatkan Allah SWT dalam setiap langkah dan aktivitas. Menurut saya, berpegang pada nilai agama membuat kita memahami batasan antara hal yang baik dan tidak baik, serta membuat segala urusan terasa lebih dimudahkan,” tegasnya.
Pesan untuk Mahasiswa dan Harapan Pendidikan Bahasa
Menutup perbincangan, Dr. Uki memberikan pesan berharga bagi para mahasiswa agar tidak ragu mengeksplorasi potensi diri. Beliau mendorong mahasiswa untuk aktif mencoba berbagai kegiatan guna menemukan minat serta arah masa depan.
“Mahasiswa harus berani keluar dari zona nyaman dan jangan takut menghadapi kegagalan. Kuncinya terus berusaha, senantiasa memohon restu orang tua, dan berdoa,” pesannya.
Beliau juga menaruh harapan besar terhadap perkembangan pendidikan Bahasa Indonesia. Kepada para calon pendidik, beliau berpesan agar terus belajar dan menghadirkan inovasi pembelajaran agar Bahasa Indonesia menjadi pelajaran yang diminati. Sementara itu kepada pemerintah, beliau berharap adanya fasilitasi wadah dan ajang kompetisi kebahasaan yang lebih luas, sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa prospek kerja di bidang bahasa sangat luas.
Penulis : Athaya Aqilah
Penyunting : Calista Aneen Cahyani
