Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Bukan Sekadar Gelar ; Wakil IV Mbekayu Purbalingga 2026 Emban Amanah Kembangkan Potensi Wisata Purbalingga

Posted on September 22, 2026 by shafrifa aulia
Foto : Dokumentasi acara final Kayulingga 2026

PURBALINGGA, SUDUTNALAR – Menjadi seorang Duta Wisata bukan sekadar menyandang gelar atau popularitas semata. Para Duta Wisata memiliki tanggung jawab untuk mengenalkan, mempromosikan, serta mendorong pengembangan potensi wisata lokal yang ada di Purbalingga.

Hal tersebut disampaikan oleh Agis Dwi Rahmadani, Wakil IV Mbekayu Purbalingga 2026. Menurut Agis, menjadi duta wisata merupakan tanggung jawab yang besar untuk memberikan dampak posistif bagi Kabupaten Purbalingga.

“Menjadi Duta Wisata itu bukan cuma numpang nama, tapi kami diberi tanggung jawab dan amanah untuk menunjukkan potensi diri serta membawa pengaruh positif bagi wisata-wisata di Purbalingga” ungkap Agis dalam wawancara.

Perjalanan Agis menuju panggung final Kayulingga 2026 tidak semudah yang terlihat di media. Menurutnya, proses pemilihan berlangsung cukup panjang dan mencakup berbagai tahapan, termasuk pembekalan, tes pengetahuan mengenai pariwisata Purbalingga, serta persiapan penampilan pada malam final.

Ia menceritakan berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari mencari busana dress batik secara mandiri dalam waktu yang terbatas, mengalami salah paham dengan guru pembimbing saat persiapan, hingga harus mempelajari materi mengenai pariwisata Purbalingga secara mandiri dan autodidak. Meskipun perjalanannya menghadapi berbagai tantangan dan tekanan, Agis berhasil melewati semua proses yang ada hingga masuk dalam jajaran 10 pasang finalis terbaik dan menjadi Wakil IV Mbekayu Purbalingga 2026.

Dalam ajang Kayulingga 2026, terdapat 10 pasang finalis yang lolos ke tahap final. Lima pasangan menempati posisi utama, mulai dari Kakang dan Mbekayu hingga wakil IV. Sementara itu, lima pasangan lainnya memperoleh penghargaan berdasarkan kategori tertentu, seperti Duta Wisata Favorit, Intelegensi, atau Fotogenik.

Meskipun masa jabatan sebagai Duta Wisata hanya berlangsung selama satu tahun, para alumni tetap memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam kegiatan pariwisata. Beberapa alumni kemudian berkarier sebagai presenter, model, pembuat konten, maupun bekerja di destinasi wisata Purbalingga.

Sebagai bagian dari Kakang Mbekayu Purbalingga yang berada di bawah naungan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Purbalingga, Agis menjelaskan fokus utama program kerjanya pada pengembangan Desa Wisata.

Beberapa lokasi wisata  dinilai memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan, tetapi belum dikelola secara optimal. Beberapa destinasi yang disebut antara lain kawasan Paragon, Gunung Wuled Sirau, Siregol, hingga Desa Wisata Tanalum dan Selakambang.

Agis secara khusus meyoroti kawasan Paragon yang berada di sekitar tempat tinggalnya, ia sangat prihatin melihat kondisi kolam pemandian yang terbengkalai. Meskipun pemandangan alam yang ditawarkan sangat bagus, kini Paragon berhenti beroperasi karena tidak ada yang mengelolanya.

Ia berharap pada potensi wisata-wisata lokal yang belum tersorot publik atau sempat terbengkalai tersebut dapat dihidupkan kembali.

Menurut Agis, pengembangan destinasi wisata tidak cukup hanya dilakukan dengan membangun fasilitas. Keberadaan pengelola, program berkelanjutan, serta keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar sebuah objek wisata dapat bertahan.

“Harapannya, dari banyaknya wisata lokal yang kurang dikenal masyarakat dapat dikembangkan lagi, agar orang-orang tahu dan tidak terbengkalai,” tambahnya.

Melalui program kerja yang terstruktur, para Duta Wisata berkomitmen untuk tetap mendorong promosi dan keberlanjutan desa wisata di Purbalingga. Mereka berupaya  untuk mengidentifikasi potensi desa wisata sekaligus mencari cara agar destinasi yang kurang berkembang dapat kembali dikenal masyarakat.

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pengelola, sekolah, dan komunitas diharapkan dapat mendukung potensi wisata di Purbalingga dan dapat berkembang secara terarah. Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, pengembangan tersebut juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Penulis : Zahrotun Nabilah

Penyunting : Zahra Fatin Nafilah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme