sudutnalar.com, 22 September 2026

PURWOKERTO, SUDUT NALAR — Menjalani perkuliahan yang padat di Fakultas Kedokteran tak menyurutkan langkah bagi Muhammad Abdussyafi Arrazi untuk tetap aktif berkontribusi dalam organisasi kerohanian Islam. Mahasiswa Pendidikan Dokter Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) angkatan 2024 yang akrab dipanggil Razi kini mengemban amanah sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Muslim Kedokteran (HMMK) FK Unsoed.
HMMK FK Unsoed merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) kerohanian islam tingkat fakultas yang mewadahi mahasiswa muslim di Fakultas Kedokteran Unsoed. UKM ini berperan sebagai wadah dakwah islam, pembinaan karakter Islami bagi para calon tenaga medis serta mempererat ukhuwah antar-mahasiswa di lingkungan kedokteran.
Impian Razi untuk menjadi seorang dokter telah tumbuh sejak kecil, terinspirasi dari sang ibu yang juga berprofesi sebagai tenaga medis. Usai menyelesaikan pendidikan di SMA IT Ihsanul Fikri Magelang, Razi berhasil menembus FK Unsoed melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT/UTBK) 2024.
Latar belakang sekolah berbasis boarding turut membentuk kepeduliannya terhadap pengembangan syiar dan kerohanian Islam di lingkungan kampus. Perjalanannya di HMMK dimulai dari tingkatan bawah sebagai staf Departemen Syiar. Berkat dedikasi serta komunikasi yang terjalin baik antaranggota, ia dipercaya melalui rangkaian uji publik dan pemungutan suara hingga resmi dilantik sebagai Ketua Umum.

Menjabat sebagai pemimpin organisasi di tengah dinamika studi kedokteran tentu mendatangkan tantangan tersendiri. Razi mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi meliputi masa transisi kepengurusan yang singkat serta upaya merekatkan hubungan antaranggota yang masing-masing memiliki kesibukan akademis tinggi.
Untuk menyikapi hal tersebut, Razi mengandalkan skala prioritas. Ia membagi tugas berdasarkan tingkat kepentingan dan urgensi. Jika jadwal ujian berbenturan dengan agenda organisasi, persiapan dilakukan jauh-jauh hari agar kewajiban akademis dan organisasi dapat berjalan seimbang.
Bagi Razi, momen pelantikan pengurus menjadi salah satu titik balik terpenting yang memberikan keyakinan dan rasa percaya diri untuk memimpin. Dalam menjalankan perannya, ia memegang teguh prinsip bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya.
Kedepannya, Razi berharap tidak hanya berhasil meraih gelar dokter, tetapi juga mampu menjadi tenaga medis yang memiliki pemahaman agama yang kuat serta menjadi pemimpin yang membawa dampak positif bagi masyarakat.
Penulis : Hanif Abrar Arhab
Editor : M. Wildan Burhanuddin
