sudutnalar.com, 22 September 2026

Lia Martina (Foto : sudutnalar.com/ Avrigh Aprilia Mahendrawati)
CILEMPUYANG, SUDUTNALAR – Lia Martina, S.Pd.SD.Gr. merupakan seorang guru yang telah menjalani profesinya sejak 2005. Sebelum menjadi guru, Lia menjalani kehidupan yang sederhana. Ketertarikannya pada dunia pendidikan muncul karena ia senang berbagi ilmu dan membantu siswa dalam proses belajar.
Perjalanan Lia menjadi guru tidaklah singkat. Ia harus mengikuti seleksi ASN dan menjalani Pendidikan Profesi Guru (PPG) hingga akhirnya berhasil menjadi ASN PPPK dan Guru Profesional. Baginya, menjadi guru bukan hanya tentang mengajar, tetapi juga terus belajar dan memberikan manfaat bagi siswa.
Ketertarikannya terhadap dunia pendidikan juga dipengaruhi oleh ayahnya, Sowari. Sang ayah merupakan guru yang tetap bekerja keras dengan mengajar di sekolah serta mengelola kebun dan sawah. Perjuangan ayahnya menjadi salah satu alasan Lia semakin yakin untuk menjalani profesi sebagai guru.
Selama menjadi guru, Lia menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam menghadapi siswa yang memiliki karakter dan kemampuan belajar yang berbeda. Untuk mengatasinya, ia terus mencoba berbagai metode pembelajaran serta mengikuti pelatihan di tingkat kecamatan dan kabupaten. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses untuk menjadi guru yang lebih baik.

Lia Martina sedang Mengajar Di kelas (Foto : sudutnalar.com/ Avrigh Aprilia Mahendrawati)
Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Lia adalah ketika ia mendampingi siswanya mengikuti lomba Siswa Berprestasi. Pendampingan tersebut, berhasil mengantarkan siswa menjadi juara pertama tingkat kecamatan hingga melanjutkan ke tingkat kabupaten. Bagi Lia, perkembangan dan keberhasilan siswa merupakan salah satu pencapaian terbesar dalam profesinya.
Kini, di usia 39 tahun, Lia masih aktif menjalankan tugas sebagai guru. Selain mengajar dan mendampingi siswa, ia juga menyiapkan materi, melakukan evaluasi pembelajaran, serta mengikuti kegiatan untuk mengembangkan kompetensinya.
Lia berpesan kepada generasi muda agar tidak takut bermimpi dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan. Ia mengingatkan bahwa kesuksesan membutuhkan proses, kerja keras, kesabaran, dan kemauan untuk terus belajar. Selain itu, generasi muda juga diharapkan memiliki karakter yang baik dan mampu memberikan manfaat bagi orang lain.
Penulis : Avrigh Aprilia Mahendrawati
Editor : Farah Celsea Fadhilah
