Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Afifah Ahmad: Dari Peserta “Nekat” hingga Juara 1 Duta Genre Putri Banjarnegara

Posted on September 22, 2026September 22, 2026 by Hanunah Mumtaz

Penulis : Anisa Naila Shafa

Editor : Jihan Ardelia Az Zahra

SudutNalar, 22 September 2026

BANJARNEGARA, SudutNalar.com – Berawal dari ketidaksengajaan, Afifah Ahmad, siswi kelas 10 SMKN 1 Bawang yang saat itu berusia 16 tahun, terpilih menjadi Juara 1 Duta Generasi Berencana (Genre) Putri Kabupaten Banjarnegara Tahun 2023. Kini mahasiswi D3 Kebidanan itu memanfaatkan gelarnya untuk mengedukasi remaja tentang pernikahan dini, kekerasan seksual, dan kesehatan reproduksi.

Perjalanan Afifah bermula ketika sekolahnya mencari empat perwakilan, dua putri dan dua putra, untuk mengikuti Duta Genre. Afifah pun ditunjuk oleh Ana, kakak kelas yang membimbingnya saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Ana melihat Afifah aktif dan percaya diri tampil di depan umum sejak MPLS, sehingga ia yakin Afifah mempunyai potensi. Karena gemar mencoba hal baru, Afifah akhirnya memutuskan mendaftar sehari sebelum pendaftaran ditutup.

Afifah mengaku belum memiliki gambaran sama sekali mengenai apa itu Genre. Ia lolos seleksi pemberkasan berkat rekam jejak prestasinya dan ia merasa terkejut karena merasa belum memahami Genre secara utuh. Setelah dinyatakan lolos, ia mulai mempelajari fokus Genre dan hal-hal yang harus dipersiapkan, lalu mengikuti seluruh rangkaian lomba.

Dua Bulan yang Menegangkan

Rasa ragu dan tidak percaya diri justru muncul ketika perlombaan dimulai. Seleksi tidak selesai dalam satu hari, tetapi berlangsung dua bulan. Selama itu, peserta harus menuntaskan sejumlah tugas untuk menembus 10 besar di grand final.

“Deg-deg an nya tuh waktu di 2 bulan perjalanan itu, karena mikirnya ini selama dipantau aku bisa gak ya menuhin nilai-nilai untuk masuk ke 10 besar itu, sedangkan waktu itu kriteria untuk menang juga banyak, terus juga ada beberapa peserta yang udah pernah ikut lomba ini di tahun sebelumnya,” ujar Afifah.

Tekanan bertambah karena lomba ini tidak memandang tingkatan sekolah, melainkan usia peserta, yakni 16 sampai 24 tahun. Afifah yang baru berusia 16 tahun harus bersaing dengan peserta yang lebih senior.

Meski begitu, Afifah tidak membiarkan rasa minder menguasai dirinya. Menurutnya, rasa insecure tidak berarti jika tidak dibarengi dengan usaha dan kerja keras. Ia mendalami materi Genre dan mengangkat isu stunting untuk menyusun program kerja. Afifah berkomunikasi dan bekerja sama dengan tempat KB dan bidan untuk ikut terlibat dalam kegiatan mereka sambil belajar mengenai isu stunting.

Bakatnya turut dikerahkan, karena peserta juga diminta menampilkan bakat yang bisa menunjang upaya mengurangi angka stunting di Banjarnegara, Afifah membuat sebuah drama tentang kekerasan seksual, karena korban kekerasan seksual banyak yang masih di bawah umur dan berpotensi hamil, sehingga risiko lahirnya bayi stunting pun tinggi. Ia juga menulis puisi dan menciptakan lagu yang ditujukan untuk remaja bersama dengan pasangannya saat lomba yang kebetulan gemar bermain alat musik.

Persiapan lain tak kalah menyita perhatian, mulai dari materi lomba, biaya rias dan kostum selama perlombaan, hingga program kerja yang harus berdampak positif bagi masyarakat. Afifah mengaku sempat bingung dan khawatir target program kerjanya tidak tercapai.

Usahanya berbuah hasil. Afifah masuk 10 besar dan akhirnya dinobatkan sebagai Juara 1 Putri Duta Genre Banjarnegara 2023. Selain itu, ia juga meraih Juara Berbakat Putri Duta Genre tingkat Provinsi Jawa Tengah, dan yang terbaru ia meraih Juara Atribut Duta Panas Bumi Banjarnegara 2026.

Menjaga Komitmen di Tengah Kesibukan

Rasa lelah terberat justru datang saat Afifah mengikuti pemilihan Duta Wisata Kakang Mbekayu Banjarnegara tahun 2026, karena dibarengi dengan praktik di rumah sakit. Rangkaian lomba yang panjang dan hampir setiap hari ada pertemuan membuatnya sulit mengatur waktu.

“Aku udah nyemplung, masa iya aku tiba-tiba mentas,” kata Afifah, mengenang pikirannya saat itu. Dorongan dari dosen yang selalu mendukungnya juga membuatnya bertahan. Ia menanamkan prinsip, “Apa yang sudah aku ambil, harus aku selesaikan.”

Untuk membagi waktu, Afifah memilah pekerjaan berdasarkan tingkat kemudahan, kecepatan pengerjaan, dan urgensinya. Prioritas utamanya adalah akademik dan perlombaan. Namun, di luar akademik dan perlombaan, Afifah juga aktif di organisasi. Tetapi karena prioritas utamanya adalah akademik dan perlombaan, sejak awal bergabung organisasi, ia sudah memberi tahu rekan-rekannya bahwa ia akan sering absen karena kesibukan lomba. Namun, ia menegaskan tidak akan meninggalkan tugasnya sepenuhnya.

Dampak bagi Masyarakat

Sebagai Duta Generasi Berencana, Afifah memfokuskan programnya pada remaja yang belum memasuki usia pernikahan. Hal itu karena angka kasus pernikahan dini, kehamilan di luar nikah, dan perceraian yang melibatkan remaja, serta stunting di Banjarnegara masih tinggi. Ia ingin remaja lebih berfokus pada mimpi, cita-cita, dan masa depan, karena menurutnya pernikahan bukan hanya soal cinta, tetapi soal bagaimana bisa hidup bersama.

Sepanjang 2023, Afifah menjalankan sejumlah kegiatan edukasi, beberapa diantaranya:

Di Sekolah Luar Biasa Banjarnegara pada 28 Juli 2023, Afifah memberikan edukasi mengenai kesehatan remaja. Ia mengaku terkesan dengan antusiasme para siswa yang aktif bertanya. Ia juga belajar dari prestasi mereka di berbagai bidang, mulai dari menyanyi, menggambar, hingga keterampilan memasak dan membatik.

(Kegiatan Afifah saat melakukan sosialisasi di Sekolah Luar Biasa Banjarnegara pada 28 Juli 2023. Sumber: Afifah Ahmad)

Di OSIS SMPN 1 Banjarnegara pada 11 Agustus 2023. Afifah memberikan edukasi berupa materi kekerasan seksual dan kesehatan reproduksi yang dikemas dalam permainan, olahraga, dan kegiatan car free day agar pesan tersampaikan tanpa terkesan menggurui.

(Kegiatan Afifah saat memberikan edukasi mengenai kekerasan seksual, kesehatan reproduksi di OSIS SMPN 1 Banjarnegara pada 11 Agustus 2023. Sumber: Afifah Ahmad)

Pengaruhnya juga terasa di lingkungan pertemanan. Banyak teman-teman dan adik-adik yang pernah bertemu dengan Afifah terdorong untuk mengikuti jejak Afifah di ajang Duta Genre dan menanyakan tips kepadanya. Afifah mengaku terkadang merasa dirinya belum sebaik itu untuk menjadi inspirasi, tetapi ia senang jika apa yang dilakukannya bisa berdampak bagi orang lain.

Bagi dirinya sendiri, pengalaman ini membuatnya lebih lancar saat berbicara di depan banyak orang, belajar etika dalam bersosialisasi, dan lebih baik dalam berpakaian.

Rencana ke Depan

Meski masa jabatannya sebagai Duta Genre telah berakhir, Afifah menegaskan tugasnya belum selesai. Ia merasa harus terus mengedukasi para remaja sampai kapan pun. Saat ini ia sedang menyelesaikan jabatannya sebagai Duta Panas Bumi dan berencana memadukan bidang pariwisata dengan kesehatan.

Kepada remaja Banjarnegara yang masih ragu untuk berkiprah, Afifah berpesan agar tidak takut mencoba dan berani mengeksplorasi diri. Menurutnya, ketidaktahuan tidak membuat seseorang tertinggal. Ia sendiri berawal dari ketidaktahuan, dan mereka yang memulai dari nol justru bisa saja melampaui yang lain.

Kepada dirinya di kelas 10, Afifah berterima kasih karena telah “nekat” mengikuti lomba di tengah ketidaktahuannya. Ia meyakini langkah hari ini akan memengaruhi langkah berikutnya, sehingga ia mengajak siapa pun untuk tidak takut melangkah selama langkah itu positif.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme