Oleh : Adelia Rahma Wati
Editor : Azalia Nur Azizah Azmi
PURWOKERTO — Ahmad Haidar Zulfahmi atau yang akrab disapa Haidar, menjadi salah satu mahasiswa yang aktif bergerak dalam kegiataan keagamaan di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Mahasiswa Sastra Jepang angkatan 2023 ini resmi mengemban amanah sebagai Ketua Umum Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) Unsoed Periode 2026.

(Dok. Ahmad Haidar Zulfahmi)
Saat ditemui secara langsung pada Sabtu malam (19/9/2026), pemuda berusia 21 tahun ini tampak bersahaja membagikan kisah perjuangannya memimpin lembaga dakwah di tingkat kampus. Jabatan ini sebenarnya bisa saja ia tolak demi fokus menyelesaikan masa kuliahnya sebagai mahasiswa tingkat akhir. Namun, Haidar memilih tetap menerima amanah tersebut karena ingin hidupnya bermanfaat bagi orang lain.
Keputusannya untuk melanjutkan perjuangan dari lembaga dakwah tingkat fakultas (UKI FIB) ke tingkat kampus (UKKI Unsoed) berlandaskan Surah Muhammad ayat 7. Ia meyakini bahwa jika kita menolong agama Allah, maka Allah juga pasti akan menolong kita. Keyakinan tersebut terbukti secara nyata lewat kemudahan yang ia rasakan dalam menjaga kesehatan fisik serta mempertahankan performa akademiknya di tengah padatnya agenda organisasi.
Sebagai pimpinan tertinggi dakwah kampus, Haidar menyadari bahwa menggerakkan moral anak muda era modern memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi. Guna mengubah citra kaku organisasi keagamaan, ia menerapkan metode dakwah bil hikmah melalui keteladanan perbuatan langsung sehari-hari tanpa paksaan.
“Ya cuman ngajak aja, mau atau enggak ya udah. Kalau orientasinya ‘keberhasilan’ itu susah, tapi tetap tak lakukan. Tugas kita cuman mengingatkan, bukan membuat dia berubah,” ujarnya.
Di luar urusan cara mengajak, Haidar juga menyoroti fenomena anak muda zaman sekarang yang kian berani mengunggah hal-hal tidak baik di media sosial tanpa rasa malu. Kondisi bergesernya moral generasi muda ini mendatangkan kekhawatiran bagi dirinya.
Ia mengaku takut mengalami masa ketika mempertahankan nilai agama terasa seperti menggenggam bara api, sebagaimana disebutkan dalam HR. Tirmidzi. Guna mengantisipasi hal tersebut, melalui kepengurusannya, ia berkomitmen membentuk kumpulan individu berkualitas yang terus memperbaiki diri demi mewujudkan kemakmuran dunia (rahmatan lil alamin).

| Dok. Ahmad Haidar Zulfahmi |
Di akhir wawancara, ia menyampaikan sebuah pesan penutup bagi seluruh mahasiswa di Unsoed.
“Kalau mau masuk surga itu jangan sendirian. Jangan mau masuk surga sendirian, tapi masuk surga itu bareng-bareng karena surga itu terlalu luas untuk dihuni sendiri.” pungkasnya.

masyaallah tabarakallah