Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Di Balik Layar, Perjalanan Teguh Prayogi Menjadi Sutradara

Posted on September 22, 2026 by Hanunah Mumtaz

Penulis :  Azzah Egynara

Editor : Blandina Wabiser

Narasumber : Teguh Prayogi

Sumber: Teguh Prayogi

AJIBARANG, 19 September 2026 — Teguh Prayogi merupakan sutradara yang telah terlibat dalam berbagai produksi. Ia pernah menempuh pendidikan seni di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) sebelum melanjutkan perjalanan karier di dunia penyutradaraan. Selama berkarier, ia telah menyutradarai berbagai drama dan sinetron. Salah satu karyanya yang paling dikenal adalah Ikatan Cinta, sedangkan sinetron terakhir yang disutradarainya adalah Cinta Berakhir Bahagia pada 2025.

Kecintaan Teguh terhadap dunia seni muncul sejak kecil ketika ia tinggal di kampung. Ia kemudian mencari sekolah yang memiliki kegiatan teater dan mendirikan kelompok teater di sana. Saat semester pertama di IKJ, ia menggarap pementasan teater Amukti Palapa di Graha Bhakti Budaya bersama sejumlah pemain senior. Karena tuntutan ekonomi, Teguh kemudian memasuki dunia hiburan sebagai pengisi suara untuk film India sebelum akhirnya terjun ke dunia sinetron.

Ketertarikannya menjadi sutradara muncul karena ia menganggap sutradara seperti seorang dalang yang dapat menyampaikan gagasan melalui tokoh-tokoh dalam cerita. Bagi Teguh, penyutradaraan merupakan ruang untuk mengekspresikan pikiran, kegelisahan, dan nilai keindahan, bukan sekadar untuk memperoleh penghasilan.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Teguh terjadi saat menggarap Ikatan Cinta. Ia pernah menghadapi kondisi ketika naskah tidak sesuai dengan keadaan di lapangan. Salah satu pemain anak dalam cerita memiliki keterbatasan berbicara sehingga Teguh harus mengembangkan kembali adegan agar tetap dapat diterima penonton. Ia juga pernah menghadapi tantangan berupa pembuatan bukit buatan untuk kebutuhan sebuah adegan.

Dalam pekerjaannya, Teguh menghadapi berbagai kendala, salah satunya masalah kedisiplinan pemain. Ia pernah menghadapi pemain yang datang terlambat ketika banyak adegan harus segera diselesaikan. Kondisi tersebut membuatnya harus mencari solusi agar proses syuting tetap berjalan. Selain itu, ketidaksesuaian pengaturan latar dan properti juga pernah menjadi hal yang mengecewakannya.

Teguh memegang prinsip untuk selalu bersungguh-sungguh dalam bekerja dan tidak mudah menyerah. Menurutnya, pekerjaan yang berkaitan dengan tayangan membutuhkan tanggung jawab besar karena setiap produksi memiliki konsekuensi apabila tidak dapat ditayangkan.

Kepada generasi yang ingin terjun ke dunia perfilman, Teguh berpesan agar tidak hanya melihat sisi indah industri tersebut. Menurutnya, dunia syuting pasti memiliki berbagai persoalan. Karena itu, seseorang harus cerdas, memahami bidang yang digeluti, dan siap menghadapi berbagai tantangan selama proses produksi.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme