Penulis : Azzah Egynara
Editor : Blandina Wabiser
Narasumber : Teguh Prayogi

Sumber: Teguh Prayogi
AJIBARANG, 19 September 2026 — Teguh Prayogi merupakan sutradara yang telah terlibat dalam berbagai produksi. Ia pernah menempuh pendidikan seni di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) sebelum melanjutkan perjalanan karier di dunia penyutradaraan. Selama berkarier, ia telah menyutradarai berbagai drama dan sinetron. Salah satu karyanya yang paling dikenal adalah Ikatan Cinta, sedangkan sinetron terakhir yang disutradarainya adalah Cinta Berakhir Bahagia pada 2025.
Kecintaan Teguh terhadap dunia seni muncul sejak kecil ketika ia tinggal di kampung. Ia kemudian mencari sekolah yang memiliki kegiatan teater dan mendirikan kelompok teater di sana. Saat semester pertama di IKJ, ia menggarap pementasan teater Amukti Palapa di Graha Bhakti Budaya bersama sejumlah pemain senior. Karena tuntutan ekonomi, Teguh kemudian memasuki dunia hiburan sebagai pengisi suara untuk film India sebelum akhirnya terjun ke dunia sinetron.
Ketertarikannya menjadi sutradara muncul karena ia menganggap sutradara seperti seorang dalang yang dapat menyampaikan gagasan melalui tokoh-tokoh dalam cerita. Bagi Teguh, penyutradaraan merupakan ruang untuk mengekspresikan pikiran, kegelisahan, dan nilai keindahan, bukan sekadar untuk memperoleh penghasilan.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Teguh terjadi saat menggarap Ikatan Cinta. Ia pernah menghadapi kondisi ketika naskah tidak sesuai dengan keadaan di lapangan. Salah satu pemain anak dalam cerita memiliki keterbatasan berbicara sehingga Teguh harus mengembangkan kembali adegan agar tetap dapat diterima penonton. Ia juga pernah menghadapi tantangan berupa pembuatan bukit buatan untuk kebutuhan sebuah adegan.
Dalam pekerjaannya, Teguh menghadapi berbagai kendala, salah satunya masalah kedisiplinan pemain. Ia pernah menghadapi pemain yang datang terlambat ketika banyak adegan harus segera diselesaikan. Kondisi tersebut membuatnya harus mencari solusi agar proses syuting tetap berjalan. Selain itu, ketidaksesuaian pengaturan latar dan properti juga pernah menjadi hal yang mengecewakannya.
Teguh memegang prinsip untuk selalu bersungguh-sungguh dalam bekerja dan tidak mudah menyerah. Menurutnya, pekerjaan yang berkaitan dengan tayangan membutuhkan tanggung jawab besar karena setiap produksi memiliki konsekuensi apabila tidak dapat ditayangkan.
Kepada generasi yang ingin terjun ke dunia perfilman, Teguh berpesan agar tidak hanya melihat sisi indah industri tersebut. Menurutnya, dunia syuting pasti memiliki berbagai persoalan. Karena itu, seseorang harus cerdas, memahami bidang yang digeluti, dan siap menghadapi berbagai tantangan selama proses produksi.
