SudutNalar, 20 September 2026

(Sumber: Kegiatan Kormi Banyumas)
PURWOKERTO — Berakhirnya aktivitas akademik sebagai dosen tidak membuat Lasam Suroso berhenti berkegiatan. Setelah tidak lagi menjalankan aktivitas akademik seperti sebelumnya, ia tetap aktif berkontribusi di masyarakat melalui kegiatan organisasi dan olahraga, khususnya Senam Tera Indonesia (STI).
Bagi Lasam, masa setelah purnabakti bukan alasan untuk berhenti produktif. Ia memilih tetap berkegiatan sebagai bagian dari kontribusinya kepada masyarakat, terutama dalam bidang kesehatan dan sosial.
Selama menjadi dosen, Lasam menjalankan tugas dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan karier akademiknya. Ia juga pernah melakukan penelitian dan pengembangan kompetensi di bidang ilmu yang diampunya.
Namun, setelah tidak lagi aktif dalam kegiatan akademik seperti sebelumnya, perhatian Lasam beralih pada aktivitas kemasyarakatan. Salah satunya melalui Senam Tera Indonesia (STI), organisasi kemasyarakatan yang bergerak dalam bidang olahraga dan kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, Lasam terlibat dalam upaya mengembangkan STI ke berbagai daerah. Selain itu, ia turut membina organisasi agar dapat berjalan secara efektif dan efisien serta menjalin kerja sama dengan organisasi senam dan olahraga lainnya.
Menurut Lasam, pelaksanaan hingga ke berbagai pelosok daerah menjadi salah satu tantangan dalam mengembangkan kegiatan tersebut. Selain itu, kesadaran masyarakat mengenai pentingnya olahraga bagi kesehatan juga masih perlu ditingkatkan.
Ketertarikannya terhadap kegiatan tersebut berkaitan dengan pandangannya mengenai hubungan antara olahraga, kesehatan, dan kehidupan sosial masyarakat. Menurutnya, manusia yang sehat tidak hanya membutuhkan aktivitas fisik, tetapi juga interaksi sosial.
Aktivitasnya bersama STI juga memberikan pengalaman baru bagi Lasam. Ia berkesempatan mengenal berbagai daerah di Indonesia, mulai dari desa, kecamatan, kabupaten, hingga berbagai wilayah dari Sabang sampai Merauke. Selain mengenal wilayah, kegiatan tersebut juga mempertemukannya dengan beragam budaya dan suku bangsa Indonesia.
Bagi Lasam, tetap aktif setelah purnabakti merupakan kesempatan untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Pengalaman selama menjadi dosen dan aktivitasnya di masyarakat menunjukkan bahwa kontribusi seseorang tidak harus berhenti ketika masa kerja akademik berakhir.
Penulis: Niscita Nariswari Vedacetta
Editor: Rahmah Dya Hamidah
