SUDUTNALAR.COM, 22 September 2026

Sumber: Firdaus Novri Alamsyah
Reporter: Firdaus Novri Alamsyah J1D025005
Editor: Zakia Indah Pratiwi J1D025121
PURWOKERTO, SUDUTNALAR – Februardi Maulana Putra, S.Pd., Gr., M.Pd., merupakan guru Bahasa Indonesia di SMA yang terus mengembangkan diri melalui pendidikan, karya, dan berbagai prestasi. Perjalanannya menunjukkan perubahan dari sosok yang mengaku biasa saja saat sekolah hingga meraih sejumlah pencapaian ketika kuliah dan menjalani profesinya sebagai guru.
Saat menempuh pendidikan di perguruan tinggi, Februardi mulai meraih berbagai prestasi. Pada semester empat, ia meraih juara 2 lomba baca puisi di tingkat angkatan. Ia juga berkontribusi dalam proses akreditasi program studi dengan mengirimkan karya-karya puisinya. Ketika menjalani KKN, ia dipercaya menjadi ketua kelompok. Kelompoknya kemudian meraih juara 1 dengan publikasi terbanyak melalui luaran berupa berita dan majalah.
Prestasi tersebut berlanjut ketika menempuh pendidikan S2. Februardi berhasil menjadi wisudawan terbaik nomor 1 di prodinya. Ia mendapatkan posisi sebagai wisudawan terbaik dengan nomor A1 dan berkesempatan menempati bangku paling depan saat wisuda. Setelah menjadi guru, ia kembali menorehkan prestasi dengan meraih juara 1 lomba membaca puisi di PGRI Nanga Taman pada 2024.
Selain meraih prestasi pribadi, Februardi juga berkontribusi dalam membimbing siswa. Ia membimbing dua murid yang kemudian meraih prestasi di tingkat kabupaten. Siswa putri meraih juara 2 lomba pidato, sedangkan siswa putra meraih juara 3 lomba pidato dengan membawa nama baik sekolah.
Dalam perjalanan meraih berbagai pencapaian tersebut, Februardi menyebut rasa malas sebagai salah satu tantangan terbesar. Menurutnya, rintangan tidak selalu datang dari luar, namun dapat berasal dari diri sendiri. Untuk mengatasinya, ia berusaha mengingat masa depan dan menyadari pentingnya meningkatkan kapasitas diri melalui belajar dan bekerja dengan tekun.
Upaya mengembangkan diri juga terlihat dari perjuangannya memperoleh beasiswa. Untuk mendapatkan beasiswa profesi, ia mengikuti tes dan mempersiapkan diri dengan belajar. Sementara itu, untuk pendidikan S2, ia memanfaatkan beasiswa bagi alumni berprestasi. Menurutnya, prestasi akademik dan kontribusi terhadap program studi menjadi bagian penting dalam memperoleh kesempatan tersebut.
Profesi Februardi sebagai guru Bahasa Indonesia SMA sesuai dengan cita-citanya sejak kecil. Keinginannya menjadi guru juga terinspirasi dari orang tuanya yang lebih dahulu menjalani profesi tersebut. Bagi Februardi, mengajar bukan hanya pekerjaan, tetapi juga profesi yang ingin ia terus jalani.
Meski telah mencapai berbagai prestasi, Februardi masih memiliki impian baru. Ia ingin menjadi “bos sawah” atau memiliki banyak lahan pertanian. Untuk mewujudkan impian tersebut, sebagian penghasilan dan tunjangan yang diterimanya disisihkan untuk ditabung dan membeli sawah.
Bagi Februardi, perjalanan tersebut tidak lepas dari dukungan orang tua, terutama ibunya. Dukungan berupa biaya pendidikan, uang saku, tempat tinggal, hingga nasihat dan referensi ketika menghadapi kesulitan menjadi bagian penting dalam prosesnya. Pengalaman hidupnya juga menjadi pengingat bahwa kondisi seseorang dapat berubah ketika ia mau belajar, berusaha, dan terus mengembangkan diri.
