Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Dokter yang Nyaris Menyerah: Kisah dr. Thomas Menemukan Kembali Alasannya

Posted on September 22, 2026 by athaya qila

sudutnalar.com, 22 September 2026

dr. Thomas yang sedang bekerja (Dok Faizal)

PURWOKERTO, SUDUTNALAR – Di ruang praktiknya yang sederhana, dr. Thomas duduk memakai scrub hitam, stetoskop menggantung di lehernya. Berkas pasien menumpuk di meja, laptopnya menyala di sebelahnya. Di sela jam praktik, ia bercerita tentang jalan panjangnya menjadi dokter, jalan yang lebih berliku daripada kelihatannya sekarang.

Dr. Thomas tumbuh di keluarga menengah. Ayahnya bekerja di sebuah BUMN dan ibunya seorang bidan PNS, sehingga ia mengenal dunia kesehatan sejak kecil. Kedokteran tetap bukan cita-citanya. Orang tuanya yang menginginkan ia menjadi dokter.

“Orang tua saya yang menghendaki. Saya juga satu-satunya yang jadi dokter di keluarga saya. Ada harapan besar yang dititipkan ke saya sejak awal,” ujar dr. Thomas.

Ia kuliah kedokteran di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Di tahun-tahun pertama, ia menghadapi materi yang menumpuk dan waktu istirahat yang sedikit. Ia tahu jurusan itu bukan pilihannya sendiri, dan bebannya terasa dua kali lebih berat.

“Berat, terutama di tahun-tahun awal. Materinya banyak, waktu istirahat sedikit. Karena dari awal saya tahu ini bukan murni pilihan saya, beban itu terasa dua kali lipat,” kata dr. Thomas.

Di semester 3 ia hampir berhenti kuliah. Ia lelah secara fisik dan pikiran, dan ia terus merasa jalan ini bukan miliknya.

“Pernah, hampir menyerah malah. Semester 3 di Unsoed jadi titik paling berat. Saya merasa ini bukan jalan saya. Capek fisik, capek pikiran, ditambah rasa ‘ini bukan pilihan saya’ yang terus muncul,” ujarnya.

Ia menceritakan keadaannya kepada orang tua dan keluarga. Mereka terus menyemangatinya dan menyarankan sholat istikharah untuk meminta petunjuk atas keputusannya.

“Saya cerita ke orang tua dan keluarga. Mereka tidak memaksa, tapi terus menyemangati saya waktu itu. Mereka juga menyuruh saya sholat istikharah, minta petunjuk soal keputusan ini,” ungkap dr. Thomas.

Sesudah istikharah, ia merasa tenang dan melihat arah yang jelas untuk pertama kalinya. Ia melanjutkan kuliah satu semester demi satu semester sampai lulus.

“Setelah itu saya merasa lebih tenang, ada semacam kejelasan yang muncul. Saya jalani lagi pelan-pelan, semester demi semester, sampai akhirnya lulus,” tuturnya.

Bertahun-tahun kemudian, dr. Thomas melihat profesinya dengan cara lain. Ia bersyukur, dan pekerjaan yang dulu bukan pilihannya itu kini ia jalani setiap hari dengan lebih ikhlas.

“Saya bersyukur bertahan. Profesi ini yang dulu bukan pilihan saya sendiri, sekarang saya jalani setiap hari, dan saya jalani dengan lebih ikhlas dibanding dulu,” pungkas dr. Thomas.

Dr. Thomas masuk kedokteran atas kehendak orang tuanya. Beban kuliah dan keraguan terhadap pilihan itu hampir membuatnya berhenti di semester 3. Ia bercerita kepada keluarganya, menjalankan sholat istikharah atas saran mereka, lalu merasa tenang dan mendapat kejelasan. Ia melanjutkan kuliah sampai lulus. Sekarang ia praktik setiap hari dan menyebut dirinya bersyukur telah bertahan.

Penulis : Mohammad Faizal Ramadhani
Penyunting : Bakhrie Muhammad Noor

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme