Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

18 Tahun Bertahan, Perjuangan Guru Honorer Meraih Kepastian

Posted on September 22, 2026September 22, 2026 by athaya qila

sudutnalar.com, 22 September  2026

Mahbub junaedi, guru PPPK dan mantan guru honorer  (dokumentasi pribadi Mahbub)

BREBES, SUDUTNALAR- Seorang guru honorer bernama Mahbub Junaedi selama 18 tahun akhirnya mendapatkan kepastian status sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Perjalanan panjang itu dilaluinya dengan berbagai cobaan, mulai dari berangkat mengajar menggunakan bus hingga mencari pekerjaan tambahan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Beliau mulai menjadi guru pada 2004. Sebelumnya, beliau bekerja di sebuah pabrik jamur sambil berkuliah di Univesitas Terbuka. Namun, setelah tempat kerjanya mengalami kebangkrutan, beliau memanfaatkan ijazahnya untuk mengajar di sekolah dasar.

Profesi guru berbeda dengan pekerjaan sebelumnya, sehingga beliau harus beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Selama menjadi guru honorer, keterbatasan ekonomi juga menjadi tantangan tersendiri. Dengan penghasilan sekitar Rp150 ribu hingga Rp350 ribu per bulan, beliau mencari penghasilan tambahan dengan bekerja di tempat cuci mobil dan motor serta membantu administrasi guru lain setelah pulang sekolah.

Sebelum memiliki kendaraan pribadi, beliau berangkat menggunakan bus setiap pagi agar tidak terlambat. Setiap pagi, beliau membantu anak-anak menyeberangi jalan untuk memastikan keselamatannya. Meskipun lelah, hal itu tidak menjadi alasan untuk tidak semangat.

“Lelah itu pasti, tetapi tidak mengurangi semangat saya untuk mengajar,” ujar Mahbub.

Selama menjadi seorang guru, ia tidak pernah berpikir untuk mundur. Menurutnya, pengabdian telah menjadi bagian dari dirinya. Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika mendampingi muridnya mengikuti perlombaan. Ketika meraih kejuaraan, ada perasaan bangga tersendiri sebagai guru. 

Menurutnya, menjadi guru bukan sekadar mengajar, tetapi juga menjadi teladan bagi murid. Guru harus memiliki sifat jujur, disiplin, dan bertanggung jawab serta menjaga nama baik profesi. Perjalanan menjadi guru honorer tidak mudah, terutama karena tuntutan pekerjaan dengan penghasilan yang terbatas.

Setelah diangkat menjadi PPPK, beliau merasa bersyukur karena pengabdiannya mendapatkan pengakuan dan kepastian status kepegawaian. Beliau berharap guru honorer yang masih berjuang tidak menyerah dan tetap menjalankan pengabdianya dengan sabar. 

“Jangan pernah merasa bahwa pengabdian akan sia-sia,” pesannya.

Penulis: Zahira Admira Mafaz
Editor: Tita Nurkhalifah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme