Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Siti Khasanah: Tentang Pulang, Bertahan, dan Mengabdi

Posted on September 22, 2026September 22, 2026 by athaya qila

sudutnalar.com, 22 September 2026

Siti Khasanah, perempuan yang telah bertahun-tahun membantu menyiapkan makanan bagi para santri PPMTQ Darussalam Slinga (Foto: Citra Rahma Latifah)

PURBALINGGA, SUDUTNALAR – Setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda. Ada yang menghabiskan masa muda dengan bekerja di perantauan, ada pula yang memilih kembali ke daerah asal dan menjalani aktivitas yang bermanfaat bagi orang lain. Hal tersebut juga dijalani Siti Khasanah, perempuan kelahiran 1956 yang hingga kini aktif membantu memenuhi kebutuhan konsumsi santri di Pondok Pesantren Muhammadiyah Tahfidzul Quran (PPMTQ) Darussalam Slinga.

Sebelum mengabdi di pesantren, perempuan yang akrab disapa Bu Siti itu, telah melalui berbagai pengalaman. Beliau merupakan anak pertama dari delapan bersaudara. Setelah menyelesaikan pendidikan di Pendidikan Guru Agama (PGA) Purbalingga, Bu Siti memilih merantau ke Jakarta, bekerja di sebuah pabrik untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.

Setelah bertahun-tahun bekerja, Bu Siti kembali ke Purbalingga pada 2010. Setahun kemudian, beliau mulai mengajar di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Aisyiyah Slinga. Latar belakang pendidikan keguruan yang dimilikinya menjadi bekal menjalani peran tersebut.

Pada September 2014, Bu Siti kemudian diminta membantu mengelola dapur PPMTQ Darussalam Slinga. Saat itu, pondok masih berada dalam tahap awal perkembangan sehingga dana yang tersedia masih diprioritaskan untuk berbagai kebutuhan operasional pondok dan uang konsumsi santri masih digunakan hanya untuk membeli bahan makanan, sehingga beliau belum menerima upah atas pekerjaannya. Saat pertama kali bergabung, jumlah santri hanya sekitar 14 orang dan seluruh pekerjaan dapur dikerjakannya seorang diri. Meski demikian, Bu Siti tetap menjalankan tugasnya.

Siti Khasanah dibantu rekannya saat menyiapkan bahan makanan untuk kebutuhan konsumsi 
santri PPMTQ Darussalam Slinga (Foto: Citra Rahma Latifah)

Seiring bertambahnya jumlah santri, kebutuhan makanan yang harus disiapkan pun semakin banyak. Bu Siti kemudian mengajak beberapa rekannya untuk membantu pekerjaan di dapur. Setelah kegiatan pondok berkembang, beliau juga mulai menerima upah atas pekerjaannya. 

Dalam menjalani aktivitasnya, Bu Siti memegang teguh sikap ikhlas dan rasa syukur. Ketika menghadapi rasa lelah maupun berbagai kesulitan, ia berusaha menjalaninya dengan sabar. β€œKalau kita ikhlas, kita jadi bisa menjalankannya dengan sabar dan senang hati,” ujarnya.

Bagi Bu Siti, menjalani kehidupan dengan tulus, ikhlas, dan penuh rasa syukur merupakan prinsip yang penting. Nilai tersebut juga beliau sampaikan kepada para generasi muda agar mampu menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan. β€œMenjalani hidup ini dengan ikhlas dan rasa syukur. Selalu mengatasi masalah dengan sabar dan telaten. Fondasinya itu,” tuturnya.

Perjalanan Bu Siti, mulai dari merantau ke Jakarta, kembali ke kampung halaman, mengajar di PAUD, hingga mengabdikan diri di dapur pesantren menunjukkan bahwa setiap fase kehidupan dapat membawa seseorang pada peran yang berbeda. Bagi Bu Siti, setiap pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk terus belajar, bersyukur, dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Penyusun : Citra Rahma Latifah
Editor : Chiquita Abidah Azni

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme