sudutnalar.com, 22 September 2026

PURWOKERTO, SUDUTNALAR – Lusi Rahmalia, mahasiswa semester lima Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, aktif dalam berbagai kegiatan mulai dari organisasi, paduan suara, menulis, serta membangun Komunal Baca sebagai salah satu wadah kegiatannya. Sejak semester pertama, Lusi mengusahakan untuk mengikuti perlombaan dalam setiap bulan. Ia mengupayakan setidaknya satu kemenangan dalam setiap semester. Ia juga menjalani freelance dan sebelumnya pernah membuka usaha Pempek Dos buatannya sendiri. Meski memiliki banyak aktivitas, Lusi tetap menempatkan perkuliahan sebagai prioritas.
Lahir dan besar di Kuningan, ketertarikan Lusi untuk mengikuti berbagai kegiatan sudah muncul sejak masa sekolah dan terus berlanjut ketika memasuki dunia perkuliahan. Baginya, setiap kegiatan memberikan pengalaman yang berbeda dan mempertemukannya dengan banyak orang.
βMungkin aku dari kecil tuh udah terbiasa berorganisasi, makanya itu bukan sesuatu yang berat. Jadi, udah seperti keseharian gitu.β
Di kampus, Lusi terlibat dalam sejumlah organisasi. Ia dipercaya menjadi ketua umum Unit Kerohanian Islam (UKI) FIB, ketua angkatan Paduan Suara Mahasiswa Gita Buana Soedirman (PSMGBS), dan wakil ketua umum Keluarga Mahasiswa Bandung (KMB). Ia juga terlibat dalam komunitas dan membangun Komunal yang kemudian menjadi bagian dari aktivitasnya di luar perkuliahan.
Selain itu, Komunal Baca yang didirikannya juga menjadi wadah untuk bertemu dengan berbagai orang dan mengenal isu sosial. Salah satunya melalui kegiatan solidaritas untuk Palestina.
Dalam bidang literasi, ketertarikannya semakin berkembang ketika ia dipercaya menjadi Duta Perpustakaan. Peran tersebut mendorongnya untuk menghadirkan kegiatan membaca yang lebih dekat dengan masyarakat melalui Komunal Baca. Kegiatan yang membawa buku ke ruang terbuka agar masyarakat dapat meminjam buku, membaca, dan berdiskusi dalam suasana yang lebih santai. Baginya, kegiatan membaca tidak harus selalu berlangsung di dalam perpustakaan.
βNah, aku mau ngebawa perpustakaan itu keluar, jadi orang bebas mau ngomong apa, ngobrol apa, atau diskusi bareng,β tuturnya.
Di sela berbagai aktivitasnya, Lusi juga pernah mengajar di SD untuk menggantikan guru yang sedang cuti. Selesai mengajar, ia terkadang melanjutkan aktivitas dengan mengantarkan pesanan keripik. Ketika jadwal di SD selesai lebih awal, terutama pada siang hari, ia juga mendampingi kegiatan Pramuka di SMP. Keterlibatan tersebut memberinya kesempatan untuk mengembangkan kemampuan mengajar dan berinteraksi dengan siswa.
Saat ini, Lusi tengah fokus pada microteaching dan kegiatan teater. Pengalaman dari berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses Lusi dalam mengembangkan diri dan menjalankan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa.
Penulis: Valen Rostantina
Editor: Salsabilla Dewi Aulia
