Sudutnalar.com, 22 September 2026

BATANG, SUDUT NALAR – Semangat pantang menyerah ditunjukkan oleh seorang ibu bernama Tufakhah, 60 tahun, pensiunan guru yang kini menekuni usaha beternak ayam. Berawal dari keprihatinan melihat sisa nasi di rumah setiap hari, muncul ide untuk memanfaatkannya sebagai pakan. Dari ide sederhana itu, lahirlah usaha yang kini menjadi sumber penghasilan tambahan.

Awalnya, Tufakhah hanya membeli seekor ayam jago dan seekor ayam betina. Tak lama kemudian, ayam betina tersebut bertelur dan menetas sepuluh ekor anak ayam. Dari sepuluh ekor itu, jumlahnya terus bertambah hingga kini mencapai 80 ekor ayam.
Untuk mengurangi kepadatan di kandang, sebagian ayam dijual ke warung makan. Hasil penjualan tidak untuk memenuhi kebutuhan hidup, melainkan diputar kembali untuk membeli bibit ayam baru. Berkat ketekunan dan manajemen sederhana, kini Tufakhah mampu memasok 5 hingga 10 ekor ayam setiap hari ke warung makan sekitar.
“Alhamdulillah, dari hobi bisa jadi pundi-pundi,” ujarnya dengan senyum penuh syukur.
Usaha ini bukan semata untuk menambah penghasilan pribadi, melainkan dorongan kuat demi masa depan kedua anaknya. Anak Perempuan saat ini menempuh pendidikan di Semarang, sementara anak laki-laki kuliah di Purwokerto. Biaya kuliah yang tidak sedikit membuat Tufakhah tetap bersemangat mencari tambahan, meski sudah memasuki usia senja.
Semangatnya menjadi bukti bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap produktif. Dengan kerja keras dan ketekunan, seorang pensiunan guru mampu membuktikan bahwa peluang usaha bisa lahir dari hal sederhana, bahkan dari sisa nasi yang sering dianggap tidak berguna.
Nama Penulis : M Wildan Burhanuddin
Nama Editor : Hanif Abrar Arha
