
Banyumas, 11 September 2026 — Jatmiko Wicaksono membagikan cerita dan pengalaman risetnya di Leiden, Belanda dalam kegiatan Sharing Session: Cerita dari Leiden. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Banjoemas Heritage Week 2026 yang mengangkat tema 130 tahun Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS). Kegiatan dimulai pukul 16.00–17.00 WIB yang diselenggarakan di Hetero Space Banyumas pada Jumat (11/9). Suasana kegiatan tersebut berlangsung santai dan interaktif dengan duduk dikelilingi peserta yang hadir.
Jatmiko Wicaksono dikenal sebagai founder Banjoemas History Heritage Community (BHHC) sekaligus pegiat sejarah lokal yang telah melakukan riset mengenai perkeretaapian dan warisan sejarah di Banyumas Raya selama lebih dari 15 tahun. Melalui komunitas tersebut, ia aktif memperkenalkan sejarah lokal kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan, termasuk pameran, tur sejarah, dan kegiatan edukasi. Risetnya mengenai jalur SDS juga telah dilakukan sejak 2009 dan menghasilkan sekitar 150 arsip, gambar, foto, surat, serta dokumentasi sejarah.
Pada 2025, Jatmiko memperoleh Lingling Wiyadharma Fellowship dari Leiden University yang memberinya kesempatan melakukan riset di Leiden. Dalam kesempatan tersebut, ia menelusuri arsip dan sumber sejarah berbahasa Belanda yang berkaitan dengan sejarah perkeretaapian di Lembah Serayu, termasuk Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS). Pengalaman tersebut kemudian dibagikan kepada peserta melalui kegiatan Sharing Session: Cerita dari Leiden.
Dalam sesi tersebut, Jatmiko juga membagikan cerita mengenai lingkungan dan hal-hal menarik yang ditemuinya selama berada di kota tersebut. “Saya ingin berbagi cerita tentang apa yang saya temukan dalam proses riset di Leiden, supaya pengalaman tersebut tidak hanya berhenti pada saya, tetapi juga bisa menjadi pengetahuan bagi teman-teman yang hadir,” ujar Jatmiko.
Kegiatan Sharing Session: Cerita dari Leiden berlangsung dalam suasana diskusi yang santai dan dekat antara narasumber dengan peserta melalui sesi tanya jawab. Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan gambaran mengenai pentingnya arsip dalam memahami sejarah lokal. Jatmiko menyebukan bahwa hasil riset mengenai SDS menjadi bagian penting dalam upaya memperkenalkan kembali sejarah perkeretaapian dan warisan Banyumas kepada masyarakat. “Sejarah lokal tidak cukup hanya disimpan dalam arsip, tetapi perlu dibagikan dan dikenalkan kembali kepada masyarakat,” katanya.
Editor: Calista Nariswari
