
Banyumas, 12 September 2026 — Pameran arsip dan foto sejarah menjadi salah satu rangkaian kegiatan Banjoemas Heritage Week 2026 yang berlangsung pada 10–13 September 2026 di Hetero Space Banyumas. Pameran ini mengangkat tema 130 Tahun Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS) yang menampilkan berbagai koleksi arsip, foto-foto sejarah, peta jalur kereta, dokumen lama, hingga miniatur kereta api. Berbagai koleksi tersebut dipamerkan untuk mengajak masyarakat mengenal kembali jejak dan sejarah perkembangan transportasi di Banyumas Raya.
Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS) merupakan perusahaan trem uap swasta pada masa Hindia Belanda yang membangun jaringan transportasi di wilayah pedalaman Banyumas. Jaringan tersebut menghubungkan sejumlah wilayah, mulai dari Maos, Purwokerto, Sokaraja, Purbalingga, Banjarnegara hingga Wonosobo. Keberadaan jaringan trem uap tersebut mendukung pergerakan masyarakat dan kegiatan ekonomi, termasuk mengangkut hasil bumi menuju jalur perdagangan di Cilacap.
Melalui pameran tersebut, pengunjung dapat melihat dokumentasi mengenai perjalanan dan perkembangan jaringan SDS pada masa lalu. Foto-foto hitam putih yang dipajang memperlihatkan berbagai kondisi jalur kereta, stasiun, bangunan, serta lingkungan yang berkaitan dengan perjalanan perkeretaapian di Banyumas Raya. Selain itu, pameran juga menampilkan peta jaringan dan sejumlah arsip lama yang menggambarkan jalur SDS berhubungan dengan berbagai wilayah di Lembah Serayu. “Menurut saya, pameran ini menarik karena kita bisa melihat bukti sejarah secara langsung, terutama foto dan arsip yang memperlihatkan bagaimana kereta api pernah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Banyumas,” ujar Arlin (20), salah satu seorang pengunjung.
Pameran arsip dan foto sejarah jejak SDS ini menjadi upaya untuk mendokumentasikan dan memetakan kembali sejarah transportasi modern Banyumas Raya. Selama hampir setengah abad, SDS menjadi bagian dari kemajuan ekonomi masyarakat sekitar hingga akhirnya berhenti beroperasi dan meninggalkan sejumlah jejak. Melalui kegiatan ini, sejarah perkeretaapian tidak hanya disimpan dalam bentuk arsip, tetapi juga diperkenalkan kembali kepada masyarakat sebagai bagian dari memori dan warisan budaya Banyumas Raya.
Editor: Calista Nariswari
