
Dokumentasi Pribadi
PURWOKERTO – Aliran air di salah satu sungai di Kelurahan Pasir Kidul, Kecamatan Purwokerto Barat, Banyumas, terlihat menyusut di tengah musim kemarau. Air masih mengalir di beberapa bagian, sementara bebatuan dan sebagian dasar sungai tampak terbuka.
Aliran air yang masih tersisa menunjukkan bahwa sungai belum sepenuhnya kering. Namun, volume air yang terlihat cukup rendah membuat sebagian permukaan dasar sungai tampak terbuka. Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran berkurangnya aliran air selama periode kemarau.
Kondisi kekeringan di Banyumas tidak hanya terlihat dari berkurangnya aliran air, tetapi juga berdampak pada kebutuhan air bersih masyarakat di sejumlah wilayah. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas per 13 September 2026, kekeringan telah berdampak pada 51.896 jiwa dari 15.235 keluarga yang tersebar di 62 desa atau kelurahan pada 19 kecamatan.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak, BPBD Banyumas telah menyalurkan 3.711.000 liter air melalui 731 kali pengiriman hingga 13 September 2026.
Banyumas juga termasuk wilayah yang berada dalam status Awas Kekeringan Meteorologis pada periode 11–20 September 2026 berdasarkan peringatan dini Stasiun Klimatologi Jawa Tengah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa periode kering masih menjadi perhatian di wilayah Banyumas.
Menyusutnya aliran sungai di kawasan permukiman menjadi salah satu kondisi yang dapat diamati selama musim kemarau. Kondisi tersebut menjadi gambaran di lapangan di tengah meluasnya dampak kekeringan dan kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah Banyumas.
Penulis : Â Nur Alysa Qotrunnada
