
(Foto: Dokumentasi Pribadi)
PURWOKERTO – Suasana Hetero Space Banyumas tampak berbeda dari biasanya pada Minggu (13/9). Ratusan pengunjung terhanyut dalam lorong waktu yang membawa mereka melihat kembali masa kejayaan angkutan massal di Lembah Serayu lewat helatan Banjoemas Heritage Week (BHW). Acara ini secara khusus mengangkat kisah 130 tahun Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS), yaitu jalur kereta api uap legendaris yang dulu menjadi urat nadi perekonomian kawasan Banyumas dan sekitarnya.
Pameran yang digagas oleh Banjoemas History Heritage Community (BHHC) ini menghadirkan foto-foto langka, dokumen tua, hingga peta rute kereta. Tidak cuma sekadar melihat pajangan, para pengunjung juga diajak menyusuri sisa-sisa peninggalan bangunan kereta di pusat kota lewat kegiatan jalan-jalan sejarah, serta menikmati pertunjukan teater yang menceritakan kenangan masa lalu.
Founder Banyumas History Heritage Community, Jatmiko Wicaksono mengatakan, kegiatan ini memang dirancang untuk mengenalkan sejarah kepada masyarakat. Pengenalan tersebut juga mencakup peninggalan atau heritage yang masih dapat ditemukan hingga saat ini. Melalui helatan ini, narasi sejarah lokal diharapkan tidak hanya tersimpan di dalam buku, tetapi bisa dipelajari dan dirasakan langsung oleh warga lewat peninggalan fisik yang ada di sekitar mereka.
Kehadiran pameran ini pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat lokal. Salah satu pengunjung, Nadia, mengaku terkesan dengan kemasan acara yang interaktif. Ia menyampaikan bahwa pameran ini memberinya cara baru dalam memahami sejarah Banyumas tanpa merasa bosan. Lewat sudut pandang para pengunjung seperti Nadia, acara BHW berhasil membuktikan bahwa sejarah lokal bisa menjadi topik yang menarik, edukatif, dan membanggakan bagi generasi muda.
Penulis: Rafa Nasifa Rahmah
Editor: Shafaa Veda Artes Tiarni
