Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Satu Kayuhan, Satu Harapan di Jalanan Purwokerto

Posted on September 21, 2026September 21, 2026 by akt 24

Purwokerto, 19 September 2026 — Seorang pengayuh becak tampak melintasi Jalan
Bayangkara No. 5, Brubahan, Purwanegara, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten
Banyumas, Jawa Tengah 53116, dengan terus mengayuh kendaraannya. Dengan mengenakan
pakaian sederhana dan penutup kepala, ia membawa becaknya menyusuri jalan di tengah
aktivitas masyarakat yang cukup ramai. Becak yang digunakannya terlihat sederhana dan
masih mengandalkan tenaga manusia sebagai penggerak utama. Pemandangan tersebut
menjadi salah satu gambaran kehidupan pekerja transportasi tradisional yang masih bertahan
di tengah perkembangan kota dan perubahan cara masyarakat menggunakan transportasi.


Bagi pengayuh becak, setiap kayuhan bukan sekadar perjalanan dari satu tempat ke
tempat lain, tetapi juga bagian dari usaha untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pekerjaan
tersebut membutuhkan tenaga dan ketekunan karena penghasilan yang diperoleh bergantung
pada jumlah penumpang yang menggunakan jasanya. Mereka harus tetap berada di jalan dan
menunggu kesempatan mendapatkan penumpang, meskipun keberadaan transportasi modern
semakin mudah ditemukan di berbagai sudut kota. Kondisi tersebut membuat pekerjaan
sebagai pengayuh becak memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam mempertahankan
penghasilan di tengah perubahan zaman.


Di tengah perkembangan Kota Purwokerto yang semakin dipenuhi kendaraan
bermotor, becak masih menjadi bagian dari pemandangan di jalanan. Kendaraan tradisional
ini mungkin tidak lagi menjadi pilihan utama bagi sebagian masyarakat, tetapi keberadaannya
tetap memiliki cerita tersendiri. Bagi para pengayuhnya, becak merupakan alat yang
digunakan untuk mencari nafkah sekaligus menjadi bagian dari kehidupan yang telah mereka
jalani. Setiap hari mereka mengandalkan kekuatan fisik untuk mengantarkan penumpang
menuju tempat tujuan sambil berharap mendapatkan penghasilan yang cukup untuk
memenuhi kebutuhan.

Pemandangan seorang pengayuh becak yang melintas di Jalan Bayangkara juga
memperlihatkan sisi kehidupan masyarakat yang sering kali luput dari perhatian. Di balik
ramainya kendaraan dan aktivitas masyarakat, terdapat pekerja yang masih mengandalkan
pekerjaan tradisional dengan segala keterbatasannya. Kayuhan yang terlihat sederhana
tersebut menyimpan cerita tentang usaha seseorang dalam mempertahankan kehidupannya.
Keberadaan mereka menjadi pengingat bahwa perkembangan kota tidak hanya berbicara
tentang kemajuan teknologi dan transportasi, tetapi juga tentang masyarakat yang terus
bekerja dan bertahan di tengah perubahan.


Becak pada akhirnya bukan hanya sekadar kendaraan tradisional yang digunakan
untuk mengangkut penumpang. Bagi pengayuhnya, becak menjadi bagian dari perjuangan
mencari penghasilan dan menjalani kehidupan sehari-hari. Di tengah perubahan zaman yang
berlangsung cepat, mereka tetap mengayuh dan melanjutkan pekerjaannya. Sebuah perjalanan
singkat di Jalan Bayangkara, Purwokerto, pun dapat menjadi gambaran tentang ketekunan dan
perjuangan masyarakat kecil yang terus bekerja di tengah perkembangan kota.

Penulis: Ridwan Ahmad Fauzi
Editor: Kuat Aldiyanto

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme