
Purwokerto, 19 September 2026 — Seorang pengayuh becak tampak melintasi Jalan
Bayangkara No. 5, Brubahan, Purwanegara, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten
Banyumas, Jawa Tengah 53116, dengan terus mengayuh kendaraannya. Dengan mengenakan
pakaian sederhana dan penutup kepala, ia membawa becaknya menyusuri jalan di tengah
aktivitas masyarakat yang cukup ramai. Becak yang digunakannya terlihat sederhana dan
masih mengandalkan tenaga manusia sebagai penggerak utama. Pemandangan tersebut
menjadi salah satu gambaran kehidupan pekerja transportasi tradisional yang masih bertahan
di tengah perkembangan kota dan perubahan cara masyarakat menggunakan transportasi.
Bagi pengayuh becak, setiap kayuhan bukan sekadar perjalanan dari satu tempat ke
tempat lain, tetapi juga bagian dari usaha untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pekerjaan
tersebut membutuhkan tenaga dan ketekunan karena penghasilan yang diperoleh bergantung
pada jumlah penumpang yang menggunakan jasanya. Mereka harus tetap berada di jalan dan
menunggu kesempatan mendapatkan penumpang, meskipun keberadaan transportasi modern
semakin mudah ditemukan di berbagai sudut kota. Kondisi tersebut membuat pekerjaan
sebagai pengayuh becak memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam mempertahankan
penghasilan di tengah perubahan zaman.
Di tengah perkembangan Kota Purwokerto yang semakin dipenuhi kendaraan
bermotor, becak masih menjadi bagian dari pemandangan di jalanan. Kendaraan tradisional
ini mungkin tidak lagi menjadi pilihan utama bagi sebagian masyarakat, tetapi keberadaannya
tetap memiliki cerita tersendiri. Bagi para pengayuhnya, becak merupakan alat yang
digunakan untuk mencari nafkah sekaligus menjadi bagian dari kehidupan yang telah mereka
jalani. Setiap hari mereka mengandalkan kekuatan fisik untuk mengantarkan penumpang
menuju tempat tujuan sambil berharap mendapatkan penghasilan yang cukup untuk
memenuhi kebutuhan.
Pemandangan seorang pengayuh becak yang melintas di Jalan Bayangkara juga
memperlihatkan sisi kehidupan masyarakat yang sering kali luput dari perhatian. Di balik
ramainya kendaraan dan aktivitas masyarakat, terdapat pekerja yang masih mengandalkan
pekerjaan tradisional dengan segala keterbatasannya. Kayuhan yang terlihat sederhana
tersebut menyimpan cerita tentang usaha seseorang dalam mempertahankan kehidupannya.
Keberadaan mereka menjadi pengingat bahwa perkembangan kota tidak hanya berbicara
tentang kemajuan teknologi dan transportasi, tetapi juga tentang masyarakat yang terus
bekerja dan bertahan di tengah perubahan.
Becak pada akhirnya bukan hanya sekadar kendaraan tradisional yang digunakan
untuk mengangkut penumpang. Bagi pengayuhnya, becak menjadi bagian dari perjuangan
mencari penghasilan dan menjalani kehidupan sehari-hari. Di tengah perubahan zaman yang
berlangsung cepat, mereka tetap mengayuh dan melanjutkan pekerjaannya. Sebuah perjalanan
singkat di Jalan Bayangkara, Purwokerto, pun dapat menjadi gambaran tentang ketekunan dan
perjuangan masyarakat kecil yang terus bekerja di tengah perkembangan kota.
Penulis: Ridwan Ahmad Fauzi
Editor: Kuat Aldiyanto
