
Lukisan dan potret karya seniman terlihat dipajang di depan sebuah kios di tepi jalan, menampilkan beragam hasil gambar, mulai dari pemandangan hingga potret wajah, pada Sabtu (12/9/2026). Aktivitas tersebut memperlihatkan karya seni yang dipajang untuk menarik perhatian pengguna jalan. (Foto: Dokumentasi Penulis)
PURWOKERTO — Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, Ki Mugo Sumedi masih mempertahankan seni lukis tangan melalui Galeri Mini Ki Mugo di kawasan perempatan Pasar Glempang, Bancarkembar, Purwokerto Utara. Selama kurang lebih 35 tahun, ia menekuni dunia seni lukis sejak memulai karier pada 1990. Ketekunannya membuat Ki Mugo dikenal sebagai salah satu pelukis wajah dan karikatur yang masih aktif berkarya di Purwokerto.
Ki Mugo sebelumnya sempat merintis karier sebagai pelukis di Jakarta sebelum kembali dan menetap di Purwokerto. Ia kemudian membuka kios sekaligus galeri mini di sekitar lampu merah perempatan Pasar Glempang, Jalan HR Boenyamin, yang menjadi tempatnya berkarya dan menerima pesanan dari masyarakat. Lokasi tersebut juga menjadi ruang pertemuan antara karya seni tradisional dengan masyarakat yang ingin mendapatkan lukisan secara langsung.
Dalam berkarya, Ki Mugo dikenal menggunakan gaya realis-naturalistik, terutama ketika melukis wajah di atas kanvas maupun karton. Selain lukisan wajah, ia juga menerima pesanan karikatur dan sejumlah karya dengan nuansa mistis atau gaib sesuai permintaan pelanggan. Kemampuan tersebut membuat karya Ki Mugo tidak hanya berfungsi sebagai gambar, tetapi juga menjadi bentuk ekspresi personal bagi para pemesannya.
Perjalanan Ki Mugo sebagai pelukis tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan berkesenian, tetapi juga menjadi sumber penghidupan keluarganya. Dari hasil karya yang dibuat dengan kuas dan pena, ia mampu membiayai pendidikan ketiga anaknya hingga berhasil menyelesaikan pendidikan dan mencapai kesuksesan masing-masing. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bukti bahwa ketekunan dalam berkesenian dapat memberikan manfaat nyata bagi kehidupan keluarga.
Di tengah kemunculan berbagai teknologi digital yang menawarkan kemudahan dalam menghasilkan gambar, Ki Mugo tetap memilih untuk mempertahankan keterampilan melukis secara manual. Baginya, karya yang dibuat langsung dengan tangan memiliki proses dan jiwa tersendiri yang tidak sepenuhnya dapat digantikan oleh teknologi. Sikap tersebut menjadi alasan Ki Mugo terus mempertahankan aktivitas melukisnya hingga saat ini.
Keberadaan Galeri Mini Ki Mugo di kawasan Pasar Glempang turut memperlihatkan bahwa seni lukis masih memiliki ruang di tengah kehidupan masyarakat Purwokerto. Dari sebuah kios sederhana, Ki Mugo mempertahankan profesi yang telah digelutinya selama puluhan tahun sekaligus mewariskan nilai ketekunan melalui karya-karyanya. Sosoknya menjadi bagian dari wajah kesenian lokal yang tetap bertahan di tengah perubahan zaman.
