
( Dokumentasi : Pribadi )
PURWOKERTO – Peta gerakan mahasiswa di wilayah Banyumas kembali menghangat melalui aksi koordinasi strategis tingkat daerah. Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (BEM Unsoed) periode 2026, Azza Febra Pramudika, memimpin langsung rapat konsolidasi Aliansi BEM Banyumas Raya di Kota Purwokerto. Pertemuan ini difokuskan untuk menyatukan visi seluruh delegasi mahasiswa dalam menyikapi dinamika internal perguruan tinggi serta isu sosial kemasyarakatan yang sedang bergulir.
Azza Febra yang merupakan mahasiswa program studi Pendidikan Jasmani dari Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKES) ini tampil dominan di hadapan forum mahasiswa tersebut. Dengan mengenakan kemeja organisasi berwarna biru tua yang dilengkapi dengan lencana bendera Merah Putih di lengan kanannya, ia memegang mikrofon dan menyampaikan maklumat kolektif menggunakan gestur tangan terbuka. Penampilannya secara visual menegaskan nilai ketokohan (prominence) serta otoritas kepemimpinannya sebagai salah satu aktor aktif di jaringan BEM Seluruh Indonesia (SI).
Langkah konsolidasi lintas kampus ini diambil sejalan dengan sikap kritis kabinet “Kausa Cipta” yang dipimpinnya terhadap reformasi tata kelola institusi. Baru-baru ini, nama Azza Febra Pramudika kerap menghiasi media massa karena secara berani mendesak transparansi dan pemberantasan korupsi di lingkungan kampus pasca-isu hukum yang sempat menerpa unsur pimpinan universitas. Melalui rapat regional ini, aliansi mahasiswa berkomitmen untuk mengawal proses evaluasi publik dan menegakkan integritas akademis secara menyeluruh.
