
( Dokumentasi ; Pribadi )
KUNINGAN – Ribuan warga memadati sepanjang jalan utama Kabupaten Kuningan untuk menyaksikan kemeriahan Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan yang berlangsung meriah pada hari Minggu, 13 September 2026.
Acara tahunan yang mengusung tema “Tumapak ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan” ini diikuti oleh perwakilan dari 32 kecamatan serta berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Kuningan. Berdasarkan pantauan di lokasi, salah satu delegasi peserta tampil memukau dengan mengenakan pakaian tradisional kebaya putih bermotif bunga, dipadukan dengan kain batik, hijab putih, serta topi caping penutup kepala. Sembari berjalan beriringan, mereka membawa bakul anyaman bambu berisi hasil bumi seperti daun bawang segar sebagai simbol kesuburan tanah dan pelestarian adat agraris daerah setempat.
Parade budaya ini secara resmi diberangkatkan mulai pukul 08.00 WIB dengan mengambil rute start dari area sekitar SMPN 1 Kuningan (SMP 1 Bank BJB) dan bergerak memanjang menyusuri jalan protokol menuju panggung kehormatan di kawasan Pendopo Kabupaten Kuningan.
Bupati Kuningan menjelaskan bahwa perhelatan akbar ini sengaja digelar bukan sekadar hiburan visual semata, melainkan sebagai media refleksi sejarah bagi generasi muda agar tidak melupakan akar budayanya, sekaligus memperkuat persatuan, gotong royong, dan menjaga kondusivitas daerah pasca-hari jadi kabupaten.
Secara keseluruhan, rangkaian acara berlangsung sangat tertib dan interaktif. Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru daerah tampak antusias berdiri di pembatas jalan sepanjang rute pawai untuk mengabadikan momen, berswafoto, serta memberikan tepuk tangan meriah kepada para peserta yang menampilkan pertunjukan teatrikal sejarah, iringan musik khas daerah, hingga parade kostum Nusantara yang sangat kreatif.
