Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Tabungan Bumbung Bambu jadi Pembuka Pesta Budaya Desa Pesanggrahan

Posted on September 16, 2026September 18, 2026 by zulfa izaz
Prosesi penyerahan bumbung kepada kepala desa (Dok: kominfo Cilacap)

PESANGGRAHAN – Tradisi unik Bobok Bumbung kembali digelar masyarakat Desa Pesanggrahan sebagai bentuk pemenuhan kewajiban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Tradisi yang pertama kali dicetuskan pada 2015 oleh Kepala Desa Sarjo ini berhasil mengubah cara pandang warga dalam membayar pajak dari beban menjadi sebuah perayaan kebudayaan yang dinanti setiap tahunnya.

Istilah bobok bumbung berasal dari kata bobok yang berarti memecah atau membongkar, dan bumbung yang merujuk pada celengan bambu. Metode ini mewajibkan warga menyisihkan uang secara bertahap sejak jauh hari.

Untuk memudahkan warga, celengan bambu (bumbung) dibagikan sejak satu bulan sebelum masa pembayaran. Metode mencicil ini terbukti efektif mencegah warga merasa keberatan saat batas waktu penyetoran tiba. Perayaan seremonial puncak umumnya dilangsungkan tiga hari sebelum batas penyetoran PBB ke pemerintah pusat.

Prosesi kirab budaya tradisi bobok bumbung (Dok: kominfo Cilacap)

Prosesi acara berlangsung sangat meriah yang diawali dengan gotong royong warga di tiap RT untuk mengumpulkan celengan dan membuat jolen rumah-rumahan kecil penampung bumbung. Seluruh jolen kemudian diarak dalam kirab budaya keliling desa menuju balai desa, dipimpin oleh tokoh desa di barisan terdepan. Puncak acara ditandai dengan prosesi pembobokan, tempat kepala desa memecahkan bumbung simbolis di pelataran balai desa sebagai tanda pelunasan PBB secara resmi.

Seremonial ini konsisten menghadirkan pejabat pemerintahan dari tingkat camat, bupati, hingga gubernur untuk menyaksikan langsung pemecahan bumbung secara simbolis. Peran aktif Karang Taruna Desa Pesanggrahan juga terus melahirkan ide-ide baru agar kemasan acara semakin menarik tanpa melenceng dari makna dasarnya.

“Kegiatan ini selain membuat warga Pesanggrahan rajin menabung, juga sangat efektif mempererat hubungan antarwarga dan tokoh publik. Selain itu, tradisi ini turut menyokong kegiatan UMKM desa, sekaligus membangun kreativitas kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta komunitas Dasawisma dalam melestarikan budaya tanpa menghilangkan nilai tradisi yang sudah ada,” ujar Win Nugroho.

Melalui tradisi Bobok Bumbung, Desa Pesanggrahan membuktikan bahwa kesadaran warga dalam memenuhi kewajiban negara dapat dibangun secara harmonis lewat pendekatan kearifan lokal, gotong royong, dan edukasi finansial yang berkelanjutan.

Penulis: Septia Berliana

Editor: Yuliyastin Gebi Saputri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme