Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Tradisi Ruwatan Banyumas, Upaya Melestarikan Warisan Leluhur

Posted on September 16, 2026September 16, 2026 by zulfa izaz
Potret Ki Dalang Suwarso Suryowiguno saat melaksanakan prosesi ruwat orang.
Sumber: Doc pribadi

BANYUMAS, sudutnalar.com—Tradisi ruwatan masih dilaksanakan oleh masyarakat sebagai bagian dari pelestarian budaya Jawa. Tradisi yang digelar melalui pertunjukan wayang ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga mengandung doa keselamatan bagi orang yang diruwat maupun masyarakat. Di tengah perkembangan zaman, pelaksanaan ruwatan turut mengalami perubahan dalam bentuk penyajiannya. 

Hal tersebut disampaikan oleh Ki Dalang Suwarso Suryowiguno, seorang dalang kelahiran 1962 asal Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, yang telah menekuni dunia pedalangan sejak lulus sekolah menengah pertama. Ia mulai membawakan pertunjukan ruwatan ketika berusia sekitar 40 tahun.

Menurut Ki Suwarso, ruwatan merupakan tradisi yang memiliki pakem atau aturan tertentu. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, ruwatan bertujuan memanjatkan doa agar seseorang memperoleh keselamatan, kesehatan, ketenteraman, dan kehidupan yang lebih baik. Ruwatan juga dijadikan sebagai upaya menghilangkan sambelaka atau kesialan.

Terdapat dua jenis ruwatan yang umum dilaksanakan masyarakat. Pertama, ruwat orang, yang ditujukan untuk mendoakan keselamatan individu, biasanya anak, agar terhindar dari marabahaya. Kedua, ruwat bumi, yang dilakukan untuk memohon keselamatan desa dan masyarakat, serta memohon agar hasil pertanian di desa tersebut dapat tumbuh dengan baik. Menurut Ki Suwarso, ruwat bumi di Banyumas umumnya dilaksanakan pada bulan Sura atau Muharam. Baik ruwat orang maupun ruwat bumi masih banyak dilaksanakan oleh masyarakat di berbagai wilayah, termasuk sejumlah desa di Banyumas.

Pertunjukan ruwatan menggunakan lakon wayang yang disesuaikan dengan jenisnya. Ruwat orang menggunakan lakon Murwakala, sedangkan ruwat bumi menggunakan lakon Negara Medang Kamulyan dengan tokoh sentral Prabu Makukuhan. 

Meski sama-sama pertunjukan wayang, ruwatan memiliki tujuan yang berbeda dengan wayang hiburan. “Kalau ruwat itu intinya spiritual,” ujar Ki Suwarso, yang menegaskan bahwa dalang yang memimpin ruwatan perlu melakukan persiapan khusus sebelum acara, seperti berdoa dan berpuasa.

Prosesi ruwatan juga memiliki tata cara khas. Dalam ruwat orang, terdapat ritual penyemburan air ramuan dringo, bengle, kunyit, dan bawang yang dilakukan oleh dalang ke bagian ubun-ubun anak yang diruwat, dilanjutkan dengan pemotongan rambut sebagai simbol penyucian diri. 

Seiring perkembangan zaman, penyajian ruwatan turut mengalami penyesuaian. Jika dahulu selalu diiringi gamelan, kini banyak pula yang digelar dengan iringan musik elektronik. Selain itu, ada pula “jemblungan”, yaitu dalang bertutur tanpa iringan musik. 

Ki Suwarso menilai bahwa ruwatan merupakan warisan leluhur sekaligus bagian dari identitas budaya yang perlu dijaga kelestariannya, termasuk oleh generasi muda agar terus berlanjut pada masa mendatang.

Penulis: Restina Diniati Cantika

Editor: Yulia Avriani

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme